Iran Tunda Keputusan Negosiasi dengan AS, Selat Hormuz Terancam Tetap Ditutup

21 April 2026 14:43

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Teheran belum memutuskan keikutsertaannya dalam putaran negosiasi baru yang dimediasi Pakistan di Islamabad. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa negaranya masih mempertimbangkan langkah selanjutnya. Ia menilai tindakan Washington kerap bertentangan dengan komitmen diplomasi yang disampaikan.

Menurut Baqaei, situasi di kawasan Selat Hormuz dan Teluk Persia memanas akibat tindakan militer Amerika Serikat dan sekutunya. Ia bahkan menuding adanya serangan terhadap kapal dagang Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata.

“Apa yang terjadi di Teluk Persia dan Selat Hormuz, satu-satunya dalil dan penyebabnya adalah tindakan militer AS dan rezim Zionis,” tegas Baqaei dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 21 April 2026. 
 

Baca juga: Jelang Negosiasi Lanjutan, Trump Ancam Iran Jika Tolak Kesepakatan


Di sisi lain, Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Qalibaf memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup jika Amerika Serikat terus memberlakukan blokade laut terhadap Iran.

Qalibaf menilai kebijakan blokade tersebut tidak adil karena membatasi akses Iran, sementara negara lain tetap dapat melintas. Ia menyebut langkah tersebut sebagai pelanggaran gencatan senjata dan berpotensi memperburuk eskalasi konflik.

“Jika mereka tidak mencabut blokade, maka lalu lintas di selat akan dibatasi,” ucapnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)