Jelang Negosiasi Lanjutan, Trump Ancam Iran Jika Tolak Kesepakatan

21 April 2026 14:17

Jakarta: Setelah berakhir tanpa keputusan permanen, Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan akan melakukan negosiasi lanjutan di Islamabad, Pakistan. Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan apabila Iran menolak kesepakatan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Trump dalam media sosialnya Truth Social. Trump menyatakan perwakilannya akan tiba di Islamabad pada Senin malam untuk melanjutkan putaran kedua negosiasi. 

Dalam unggahan tersebut, Trump mengklaim telah mempersiapkan kesepakatan yang wajar dan adil. Ia juga mengatakan akan menghancurkan seluruh infrastruktur Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan jika Iran menolak kesepakatan. 

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menilai, AS tidak menunjukkan keseriusan dalam menjalankan diplomasi. Ia juga menyebut Iran belum memiliki rencana untuk melanjutkan negosiasi dengan AS.

"Topik ini menyoroti bahwa AS, bersamaan dengan upaya diplomatik lainnya dan kesiapan untuk bernegosiasi, sedang melakukan tindakan. Ini sama sekali tidak menunjukkan keseriusan dalam mengikuti jalur diplomatik," ujar Esmaeil, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 21 April 2026.
 

Baca Juga: Perang Iran: 13 Personel Militer AS Tewas dan 415 Terluka dalam Operasi Epic Fury

Persiapan Pakistan jelang putaran kedua negosiasi AS-Iran

Negosiasi lanjutan antara AS-Iran diperkirakan berlangsung sebelum masa gencatan senjata berakhir pada 22 April mendatang. Sebagai mediator, Pakistan bersama kekuatan regional lainnya terus berusaha meredam ketegangan agar eskalasi Timur Tengah tidak kembali terjadi. 

Sementara itu, pada akhir pekan ini situasi di Islamabad, Pakistan tampak mencekam. Sejumlah personel keamanan telah dikerahkan ke sejumlah titik krusial untuk memperketat penjagaan. 

Tak hanya itu, bahkan para petugas juga melakukan pemeriksaan acak terhadap kendaraan dan memasang barikade besi di sepanjang jalan
protokol.

Petugas juga memperketat penjagaan di sekitar Kompleks Gedung Pemerintahan Convetion Center hingga Hotel Serena, lokasi yang menjadi saksi bisu kegagalan negosiasi putaran pertama. 

Untuk meminimalisir risiko, Pemerintah Pakistan juga telah memberhentikan sementara aktivitas terminal-terminal penumpang di Islamabad dan Rawalpindi, Pakistan. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)