Keterbatasan Lahan, Pengungsi Gempa di Ende Sulap Kandang Ayam Jadi Dapur Darurat

21 August 2026 12:01

Ende: Sejumlah warga di Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih memilih mengungsi secara mandiri di depan rumah mereka pascagempa. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kandang ayam pun dimanfaatkan sebagai dapur darurat.

Peralatan makanan, alat memasak, hingga alat cuci terlihat tersusun rapih di area kandang ayam. Warga terpaksa memilih kandang ayam, karena keterbatasan lahan.

Mereka tidak mempermasalahkannya. Bagi warga, yang penting sudah ada tempat untuk menyiapkan makanan agar perut terisi.

"Kami buat dapur yang sederhananya untuk bisa memenuhi kebutuhan, sehingga kita membuat dapur di sini untuk bisa masak dan menghidangkan makanannya," kata Samsun, salah satu warga, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.

Dapur darurat dipersiapkan sendiri oleh warga, Begitu juga dengan tenda darurat yang mereka bangun di depan rumah. Total ada lima kepala keluarga (KK) yang menetap di sana. 
 



"Kami buat itu pada saat kejadian gempa yang hari pertama, tanggal 15 (Agustus) itu. Nah siang hari dan sore hari, kami buat tenda ini untuk bisa mengamankan diri," katanya.

Dalam membangun tenda, warga membaginya menjadi tiga bagian. Diprioritaskan untuk ibu-ibu, anak-anak, dan lansia. Sementara untuk bapak-bapak dan pemuda laki-laki pada tidur di teras rumah.
 

Belum terima bantuan


Menurut Samsun, mereka belum menerima bantuan kemanusiaan hingga saat ini. Dia berharap pemerintah pusat dan para doantur lainnya bisa melirik wilayahnya untuk bisa segera dikirimkan bantuan.

"Kami berharap kepada pihak pemerintah ataupun para donatur atau sponsor yang mungkin punya keikhlasan, punya sentuh hatinya untuk masyarakat yang terdampak bencana ini, kami mohon bantuannya untuk bisa membantu kami, baik itu makanan atau terpal," tutur Samsun.

Mayoritas aktivitas warga Paupanda adalah melaut. Sayangnya mereka belum bisa melaut sampai saat ini karena keterbatasan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

"Sehingga kita mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk bisa itu seperti itu," ucapnya.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X