TNI AL Buka Lahan 3.110 Hektare untuk Tanam Kedelai

17 July 2026 20:10

Malang: TNI Angkatan Laut (AL) membuka lahan baru seluas 3.110 hektare untuk menanam kedelai. Langkah ini diputuskan sebagai bentuk komitmen TNI dalam rangka memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan impor.

Hal itu disampaikan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto saat menghadiri panen raya serentak tiga komoditas strategis, yang digelar di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Panen raya serentak itu dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Dalam rangka meningkatkan hasil produksi, hingga Juni 2026 telah dibuka lahan baru di lahan milik TNI AL dan lahan binaan Komando Daerah AL (Koderal) seluas 3.110 hektare, di tujuh wilayah, dengan estimasi hasil panen 5.287 ton," ujar Agus, dalam program Breaking News Metro TV.

Agus menjelaskan, TNI AL mendapat tugas untuk membantu peningkatan produktivitas kedelai. TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare, dengan total produksi 3.676 ton kedelai.

"Tersebar di enam wilayah dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026," kata Agus.


Tidak hanya TNI AL saja yang mendapatkan tugas pendampingan, TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU) juga mendapatkan tugas serupa.

TNI AU mendapat tanggung jawab pada sektor tebu. Dengan menggandeng PT Sinergi Gula Nusantara, swasta, dan asosiasi petani, TNI AU mendampingi lahan seluas 236.048 hektare pada musim panen 2026.

"Dengan potensi produksi 18,386 juta ton tebu, setara 1,36 juta ton gula, atau berkontribusi sebesar 45,05 persen terhadap target gula nasional 2026," ujar Agus.

Untuk sektor padi, TNI AD mendampingi panen seluas 479.659 hektare, pada Juni 2026. Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektare, dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

"Panen raya ini adalah bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa, sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045," ucap Agus.

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X