Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggelar berbagai kegiatan pada momen Natal dan Tahun Baru 2025. Kegiatan-kegiatan tersebut telah berhasil mendongkrak perekonomian Jakarta.
Badan Pusat Statistik merilis data perekonomian Jakarta pada 2025 tumbuh sebesar 5,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.
“Artinya, pertumbuhan yang tinggi tersebut dipengaruhi oleh berbagai kegiatan yang kita lakukan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru, yang secara signifikan memengaruhi pola masyarakat dalam membelanjakan uangnya,” sebut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Jumat, 6 Februari 2026.
Pramono menyebut Pemprov DKI secara berkala menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta. Salah satunya, yaitu Jakarta Festive Wonders 2025 yang merupakan lomba digitalisasi transaksi dan dekorasi di pusat perbelanjaan serta hotel di Jakarta.
“Acara JFW 2025 yang baru selesai pada Januari lalu menghasilkan transaksi sebesar Rp15,2 triliun. Hal ini secara signifikan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta, yang pada triwulan ketiga mengalami pertumbuhan mendekati 5 persen, dan ini jauh di atas 5 persen,” ungkap Pramono.
Pramono menjelaskan, di tahun 2025 kontribusi Produk Domestik Bruto DKI Jakarta cukup tinggi, mencapai 16,61 persen terhadap PDB nasional. Selain itu, sepanjang tahun 2025, hampir seluruh lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif.
“Kami juga ingin menyampaikan bahwa sektor-sektor yang tumbuh baik di Jakarta selama 2025 adalah penyediaan akomodasi serta makan dan minum, yang berkali-kali kami berikan insentif dan pembebasan. Ketika diberikan, ternyata pertumbuhannya justru semakin baik. Yang kedua, adalah sektor transportasi dan pergudangan, serta jasa lainnya,” ujar Pramono.
Dirinya menekankan Pemprov DKI senantiasa mendukung target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen ± 1 persen, menjaga inflasi pangan bergejolak pada kisaran 3 hingga 5 persen, serta mengendalikan inflasi pada periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Pramono menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga bersinergi dengan berbagai stakeholder untuk memastikan ketersediaan stok dan pasokan komoditas pangan strategis, serta memantau harga pangan guna mengendalikan inflasi di Jakarta.
Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama antar daerah, pengembangan urban farming, pasar murah, dan berbagai program pengendalian inflasi lainnya.