21 October 2026 10:57
Masifnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, memicu penurunan kualitas udara secara drastis. Kepulan kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut turut berdampak pada lonjakan tajam tren penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Hingga saat ini, Musi Banyuasin menjadi salah satu wilayah di Sumatra Selatan yang paling sering dilanda kebakaran lahan. Luasan area yang terbakar bahkan dilaporkan telah meluas hingga lebih dari 1.000 hektare. Kondisi ini menyebabkan indeks kualitas udara di wilayah tersebut terperosok ke dalam kategori tidak sehat.
Dampak buruk kualitas udara ini berbanding lurus dengan krisis kesehatan masyarakat. Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin Ardiansyah mengungkapkan, persentase penderita ISPA meningkat hingga 9 persen, dengan total penderita melampaui angka 30.000 orang terhitung sejak awal tahun.
"Memang ada peningkatan kurang lebih 9 persen akibat dampak dari asap karhutla ini, kurang lebih mencapai 30.000 kasus dari awal tahun. Kemarin sempat terjadi penurunan karena hujan, namun kini ada kenaikan lagi karena titik api di beberapa lokus kecamatan bertambah sehingga asap kembali parah dan masyarakat mengalami gangguan pernapasan," jelas Ardiansyah, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu 21 Oktober 2026.