Dugaan kasus perundungan menimpa seorang siswa kelas 4 SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran Kabupaten Semarang. Korban dilaporkan mengalami trauma hingga harus dilarikan ke rumah sakit usai terlibat perselisihan dengan dua teman sekelasnya pada 23 September 2026 lalu.
Orang tua korban Arief Prasetyo mengungkapkan sang anak menderita sejumlah luka fisik seusai kejadian. Luka tersebut meliputi memar luka di belakang telinga serta bibir pecah. Kondisi kesehatan korban bahkan sempat memburuk hingga mengalami demam tinggi.
"Hari Rabu malamnya demam luar biasa derajat panasnya tambah tinggi di 41,8 derajat. Kemudian di hari Jumat kami bawa ke Rumah Sakit Hermina Banyumanik yang di sana ternyata menurut dokter IGD anak saya trauma," jelas Arief dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 29 September 2026.
Merespons tudingan perundungan tersebut pihak sekolah memberikan klarifikasi. Kepala SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran, Yosita Kumalasari menyebut peristiwa yang terjadi usai jam pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) itu berawal dari permainan antar-siswa.
"Kejadiannya di kelas itu anak-anak mengajak yang lainnya perang-perangan. Terus akhirnya dari perang-perangan ini dari yang mainan terus akhirnya jadi beneran," ungkap Yosita.
Sebagai langkah penanganan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Fresti Mei Nuswari menyatakan pihak sekolah telah memberikan pembinaan kepada para siswa yang terlibat. Sekolah juga telah menjalin komunikasi dengan orang tua dari kedua belah pihak untuk merencanakan pertemuan mediasi.
Meski demikian Fresti menambahkan proses mediasi tatap muka belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Pihak sekolah menghormati kondisi psikologis korban yang belum stabil dan sepenuhnya menyerahkan penentuan waktu mediasi kepada kesiapan pihak orang tua korban.