Jas Jes Jos "Menelisik Logika Publik"

Ketika Septic Tank Jadi Mimpi, Got Jadi Solusi

14 May 2025 11:58

Di tengah modern dan majunya Jakarta, masalah sanitasi masih menjadi tantangan besar. Ada ratusan ribu kepala keluarga di Jakarta yang belum memiliki septic tank. Limbah kotoran mereka langsung mengalir ke saluran air tanpa pengolahan yang memadai dan mengancam kesehatan lingkungan, bahkan tubuh di masa depan. 

Jakarta yang digadang-gadang sebagai kota metropolitan, calon kota global, dan simbol kemajuan Indonesia rupanya modernisasi hanya berlaku untuk mal dan kafe. Bukan untuk kloset dan limbah manusia. 

Keterbatasan lahan tempat tinggal menjadi alasan mengapa kesadaran akan bahayanya pembuangan limbah langsung ke badan air masih sangat minim. Ini yang dialami oleh puluhan keluarga yang tinggal di pinggir rel Petamburan VII, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Rumah-rumah semi permanen yang dibangun di sepanjang bantaran rel kereta api ini diketahui masih membuang limbah jamban mereka langsung ke selokan dan kali yang berada di sekitar tempat tinggal.
 

Baca juga: Budi Laksono Bangun Jutaan Jamban Bagi Masyarakat yang Tak Punya Toilet

Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 lalu mengatakan sekitar 0,19% atau sekitar 5.000 rumah tangga di Jakarta masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Pencemaran ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama pada anak-anak dan lansia. 

Kabarnya, Pemerintah DKI Jakarta sudah menyoroti masalah ini. Selain untuk menjaga kebersihan, hal ini juga untuk membuat masyarakatnya bisa hidup sehat. 

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,34 triliun untuk pembangunan septik tank komunal. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan lahan dan kesadaran masyarakat. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)