Diptyque Kini Hadir di Plaza Indonesia, Tawarkan Koleksi Parfum Eksklusif

2 July 2026 13:50

Indonesia menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara untuk kategori parfum niche. Meningkatnya minat konsumen terhadap wewangian berkarakter membuat Diptyque memilih Indonesia sebagai lokasi flagship store pertamanya. 

Flagship store ini terletak di area Beauty Atelier Plaza Indonesia Level 2. Langkah ini sekaligus menegaskan keyakinan mereka terhadap besarnya potensi pasar dalam negeri. 

Parfum niche kini tidak lagi sekadar menawarkan aroma yang berbeda. Konsumen juga mencari nilai seni, sejarah, dan identitas di balik setiap produk. Menurut Managing Director Luxasia, Alwyn Chong, karakter inilah yang membedakan rumah parfum berwarisan dengan merek yang hanya mengikuti tren pasar.

"Banyak dari apa yang mereka lakukan di sini adalah tentang seni, dan jika Anda tahu tentang pendiri mereka, mereka mulai sebagai perusahaan desain interior sebelum akhirnya beralih ke lilin dan kemudian merambah ke parfum hingga benar-benar menciptakan seluruh merek gaya hidup (lifestyle brand) yang kita kenal sekarang," ungkap Alwyn Chong dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.


Diptyque tidak hanya membuka toko baru, tetapi menciptakan sebuah ruang yang mengajak pengunjung menikmati pengalaman berbeda. Selama dua tahun ini, tim Diptyque dan Luxasia merancang konsep yang menggabungkan seni, desain, dan nuansa rumah yang hangat. 

Sebagai flagship store, lokasi ini menghadirkan berbagai produk dan koleksi eksklusif yang tidak ditemukan di toko Diptyque lainnya. Konsep itu memberikan alasan bagi pengunjung untuk datang, menjelajahi, dan juga menemukan pengalaman baru dalam dunia parfum mewah.

"Toko ini sekarang direkognisi sebagai flagship. Jadi sebagai flagship kasarnya secara interior, dari sisi produk-produk, akan ada produk-produk yang hanya ada di toko ini, tidak ada di toko-toko lainnya. kalau dari sisi consumer experience, kalau kalian bisa lihat di sini, toko ini sangat emphasize dengan you feel homey. There's a lot of art pieces, art space, and it creates customer a lot of curiosity, ada apa lagi ya buat saya mengeksplor di toko ini," kata Regional Director Luxasia Lia Amelia, dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 2 Juli 2026.

Kehadiran instalasi Maparola Island menjadi lebih dari sekadar karya seni, melainkan wujud kolaborasi yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dengan warisan estetika Diptyque melalui interpretasi Mulyana, yang juga dikenal sebagai Mang Moel, atas keindahan bawah laut Sulawesi. Karya ini menghadirkan pengalaman visual yang hangat, imersif, dan penuh makna bagi para pengunjung.

Sebagai penanda pembukaan toko perdana Diptyque di Indonesia, Maparola Island mencerminkan semangat kebersamaan, keindahan, dan eksplorasi indra yang menjadi identitas merek tersebut. Melalui perjumpaan antara cahaya, aroma, dan seni, Diptyque berharap menghadirkan destinasi yang tak hanya menawarkan parfum, tetapi juga sebuah pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.

"Menurut aku, seni itu sama-sama experience ya. Jadi ini tuh menjadi penting karena jadi komplit gitu. Jadi enggak hanya harum, mungkin dari penglihatan juga, jadi semua rasa indra tuh dapat gitu kayak gitu. Jadi menjadi suatu kesatuan yang kompleks dan indah dan menyenangkan menurut saya," ungkap Seniman Artwork Luxasia Mulyana / Mang Moel, dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV Kamis 2 Juli 2026.

Melalui perpaduan parfum, seni, dan kolaborasi dengan komunitas lokal, Diptyque tidak hanya memperluas bisnisnya di Indonesia tetapi juga menghadirkan pengalaman baru bagi pecinta parfum niche di Tanah Air. 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X