Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Keputusan tersebut diambil hanya sehari sebelum masa berlaku sebelumnya berakhir.
Dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis 23 April 2026, langkah ini tidak sepenuhnya meredakan ketegangan. Sebab AS tetap mempertahankan blokade laut.
Upaya diplomasi juga belum menunjukkan kemajuan signifikan. Putaran baru perundingan damai masih tertunda setelah
Wakil Presiden AS, J. D. Vance, menunda kunjungannya ke
Islamabad, yang sebelumnya direncanakan menjadi lokasi pertemuan lanjutan.
Di pihak lain, Iran telah mengonfirmasi adanya perpanjangan gencatan senjata. Namun hingga kini belum ada sinyal jelas dari Teheran untuk kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat.
Situasi di dalam negeri Iran juga mencerminkan meningkatnya tensi. Hal ini bisa terlihat banyak muncul berbagai poster dan baliho bernuansa propaganda perlawanan. Visual yang ditampilkan antara lain menggambarkan kapal perang AS yang dijebloskan dalam jaring, serta sindiran terhadap operasi militer
Israel.