Israel dakwa teknisi yang jadi mata-mata Iran. Foto: Anadolu
Dua Teknisi Angkatan Udara Israel Didakwa Mata-mata untuk Iran
Fajar Nugraha • 23 April 2026 10:15
Tel Aviv: Dua teknisi pesawat yang bertugas di Angkatan Udara Israel akan didakwa atas tuduhan memata-matai untuk Iran. Kasus ini terungkap dalam laporan media lokal Israel pada Rabu, 22 April 2026 dan kini menjadi perhatian otoritas keamanan Israel.
Menurut laporan KAN, kedua tersangka bekerja sebagai teknisi pesawat tempur F-15 di Pangkalan Udara Tel Nof, dekat Ashdod. Mereka diduga melakukan aktivitas yang menguntungkan pihak musuh di tengah situasi konflik.
Dilansir dari media Anadolu, Kamis 23 April 2026, keduanya dituduh membantu musuh selama masa perang, dengan salah satu tersangka berpotensi menghadapi dakwaan berat setara pengkhianatan.
Selain itu, delapan prajurit lain di pangkalan yang sama juga sedang diselidiki karena diduga mengetahui aktivitas tersebut tetapi tidak melaporkannya.
Dalam penyelidikan, para tersangka disebut diminta mengumpulkan informasi terkait Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dan mantan Kepala Staf militer Herzi Halevi. Informasi tersebut diduga menjadi target intelijen pihak Iran.
Mereka juga dituduh menyerahkan dokumen teknis terkait mesin pesawat militer serta foto seorang instruktur penerbangan. Otoritas Israel masih mendalami sejauh mana kebocoran informasi tersebut berdampak pada keamanan nasional.
(Keysa Qanita)