Upaya Pemerintah Membangun Kembali NTT, Bantuan Logistik hingga Pencetakan Ulang Dokumen Kependudukan

27 August 2026 15:14

Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau masih sering dilanda gempa susulan semenjak gempa pertama yang mengguncang pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Dalam kabar terbaru per Kamis, 27 Agustus 2026, BMKG mencatat 8.193 gempa susulan di NTT.

Dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, gempa bermagnitudo terbesar untuk kategori gempa susulan berada pada angka 6,2 dan terkecil berada pada angka 1,0. Gempa susulan bermagnitudo di atas 5 terjadi sebanyak 34 kali sejak 15 Agustus 2026. BMKG memperkirakan gempa susulan masih akan terjadi di wilayah NTT, setidaknya hingga 21 hingga 30 hari ke depan dengan intensitas yang perlahan berkurang.

Kepala BMKG Tengku Faisal Fatani mengatakan bahwa gempa besar baru akan terjadi dalam kurum waktu puluhan tahun lagi, sehingga gempa susulan yang saat ini kerap terjadi merupakan hal yang positif. Sebab energi tersebut dilepas sedikit demi, sehingga berpeluang menghindari pelepasan besar dalam satu waktu.

Bantuan logistik terus mengalir


Sejak gempa terjadi, sejumlah bantuan logistik terus disalurkan untuk korban gempa NTT. Sebanyak 204,22 ton sembako sudah disalurkan oleh pemerintah pusat dengan rincian beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, susu kaleng atau susu bubuk, makanan kaleng, makanan ringan, kopi dan  teh serta bumbu dapur. Kemudian bantuan logistik yang dikirimkan juga berisi makanan siap saji sekitar 27,71 ton dan air mineral. 
Selain bantuan sembako, pemerintah juga memberikan bantuan selimut dan matras yang sudah dibagikan kepada lebih dari 13 ribu korban bencana di NTT. Guna memastikan kebutuhan pangan terpenuhi, Kementerian Sosial (Kemensos) juga sudah membangun tiga dapur umum, yaitu di wilayah Mano, Kecamatan Lambaleda Selatan; Pota, Kecamatan Sambirampas; dan juga Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara. Dapur umum ini mampu memproduksi 6.000 paket bungkus makanan siap saji per titik dapur umum.

ESDM kirim 48 genset


Tidak hanya Kemensos, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menyalurkan 48 genset untuk tenda dan juga fasilitas kesehatan. Hal ini disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam ratas yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto saat mendatangi tenda-tenda pengungsian dan mengadakan rapat dengan kementerian-kementerian di NTT, tepatnya di Nagekeo NTT. 

Kementerian ESDM akan menyebarkan genset ke delapan puskesmas di NTT. Untuk Manggarai ada tujuh genset, Ngada enam genset, Nagekeo enam genset, Ende enam genset, Sikka empat genset, serta di Manggarai Barat ada sebelas genset. Sebanyak 42 genset tersebut menggunakan teknologi genset silent agar tidak berisik dan warga juga bisa berobat tanpa kebisingan.

Bantuan pencetakan ulang dokumen yang hilang


Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga memberikan bantuan untuk melakukan pencetakan ulang dokumen kependudukan bagi korban bencana gempa. Kemendagri telah berkoordinasi dengan Dukcapil untuk mengirim tim khusus guna pencetakan ulang KTP, Kartu Keluarga (KK), serta data penting lainnya. Kemudian untuk mengurus sertifikat tanah yang hilang akibat bencana, Kemendagri telah melakukan koordinasi dengan Menteri ATR BPN untuk mengirimkan tim untuk mendata sertifikat tanah yang hilang dalam bencana gempa kemarin.  

Terkait pengurusan SIM, STNK, BPKB dan sejumlah surat berharga lainnya, Kemendagri juga telah berkoordinasi dengan Kapolri. Nantinya para korban gempa NTT dapat mengurus surat-surat berharga ini secara gratis. 

(Lutfia Azzahra)

(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X