17 May 2026 00:40
Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri Darmansjah Djumala menilai diplomasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Tiongkok belum cukup kuat untuk memengaruhi sikap Iran. Ia menilai Teheran tidak akan mudah menerima tekanan, bahkan jika permintaan itu datang dari Tiongkok sekalipun.
Menurutnya Iran kemungkinan akan mengajukan syarat berat sebelum membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut. Iran tidak mudah tunduk.
“Andaikan saja nanti Tiongkok meminta Iran akan membuka Selat Hormuz, pasti ada saja permintaan Iran kepada Tiongkok,” ujar Darmansjah dalam tayangan Top News Metro TV, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurutnya, Iran merasa bukan pihak yang memulai ketegangan di kawasan Teluk Oman, sehingga tidak ingin ditekan sepihak untuk membuka akses pelayaran internasional.
“Karena dia (AS) yang memulai, jangan saya yang ditekan untuk membuka Selat Hormuz. Cabut dulu blokade laut di Teluk Oman, baru saya akan buka Selat Hormuz,” katanya.
Darmansjah menilai Iran akan meminta AS mencabut blokade yang dianggap mengganggu lalu lintas perdagangan di kawasan tersebut. Bahkan, Iran berpotensi meminta kompensasi atas dampak konflik dan tekanan ekonomi yang selama ini diterima.
“Tidak semudah membalik tangan untuk meminta Iran membuka Selat Hormuz. Iran akan menuntut balik,” tegasnya.
Baca Juga :