Peneliti ITS Surabaya Ciptakan Bensin Ramah Lingkungan

14 April 2026 18:47

Surabaya: Peneliti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), berhasil mengembangkan bensin berbahan baku kelapa sawit yang diberi nama Benwit. Bahan bakar ini diklaim rendah emisi, sehingga lebih ramah lingkungan. 

Inovasi ini lahir dari Laboratorium Departemen Teknik Material dan Metalurgi ITS, yang dipimpin oleh peneliti ITS Hosta Ardhyananta. Untuk mendapat bensin siap pakai ini, peneliti harus memecah molekul minyak sawit dengan menggunakan metode catalytic cracking. Dari 10 kg sawit yang digunakan menghasilkan sebanyak 5 liter bensin.
 

Baca Juga: Petani Sawit Mulai Bergairah Berkat Pengalihan 5,3 Juta Ton CPO untuk Dukung B50

Hosta mengklain Benwit lebih ramah lingkungan dan rendah emisi karbon, karena bahan baku yang mudah ditemukan serta proses produksinya yang lebih cepat daripada bensin berbahan dasar fosil.

"Jadi hasil riset ini kami menuju kepada energi terbarukan dan juga energi yang sustain. Hasil riset ini kami mengolah minyak sawit setiap tiga tahun produksi, jauh lebih cepat daripada energi fosil," tutur Hosta, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa, 14 April 2026. 

Saat ini, proyek ITS tersebut sedang dalam masa uji coba oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Apabila lolos uji coba, maka Benwit akan dikembangkan dalam skala industri sehingga dapat digunakan secara nasional. Kehadirannya dapat memberi nilai tambah besar bagi komoditas dalam negeri. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gervin Nathaniel Purba)