Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke sejumlah wilayah yang terisolir pascagempa bumi. Salah satu titik fokus penyaluran adalah Desa Nitung, Pulau Palue, Kabupaten Sikka.
Lantaran akses darat yang terputus, bantuan logistik tersebut didistribusikan melalui jalur laut dengan mengerahkan armada kapal patroli milik Polairud. Bantuan yang disalurkan mencakup makanan, minuman, obat-obatan, selimut, serta berbagai kebutuhan logistik esensial lainnya.
Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini terus berupaya menembus wilayah-wilayah terisolasi. Selain itu, petugas juga menyisir warga yang mengungsi secara mandiri untuk didata agar segera mendapatkan bantuan.
"Paling tidak yang harus gerak cepat adalah menolong mereka, memberikan makanan, minuman, dan obat-obatan dulu. Nanti dari Mabes
Polri juga akan datang tambahan bantuan berupa selimut dan kasur yang akan segera kami distribusikan kepada para pengungsi," jelas Irjen Pol Rudi dikutip dari
Metro Hari Ini, Metro TV, Selasa 18 Agustus 2026.
Di samping fokus pada percepatan distribusi logistik darurat, Kapolda NTT juga menginstruksikan jajarannya untuk meningkatkan sistem patroli wilayah. Langkah ini diambil secara khusus untuk menjamin keamanan rumah-rumah maupun aset berharga yang terpaksa ditinggalkan oleh warga selama berada di pengungsian.
Sementara itu, dampak kerusakan dan jumlah korban akibat gempa kuat yang mengguncang Pulau Flores dilaporkan terus bertambah.
Berdasarkan data sementara, bencana ini telah merenggut nyawa 68 orang dan mengakibatkan 213 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, guncangan gempa juga menyebabkan ribuan bangunan serta rumah warga mengalami kerusakan parah hingga hancur total.