Trump Sepakati 10 Tuntutan Iran, Tanda AS Menyerah?

9 April 2026 14:53

Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, pada Selasa 7 April 2026. Hampir satu jam sebelum tenggat waktu Presiden AS Donald Trump untuk meluluhlantakkan Iran berakhir.  Dalam kesepakatan ini, Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara.

Dikutip dari tayanan Zona Bisnis Metro TV, Kamis 9 April 2026, Donald Trump mengumumkan penangguhan rencana eskalasi serangan di seluruh Iran. Trump menyebut telah menerima 10 poin tuntutan Iran. 
Iran hanya akan menerima pengakhiran perang setelah detail-detail tuntutan diselesaikan sesuai dengan rencana perdamaian 10 poin yang dilaporkan telah diserahkan ke Gedung Putih melalui perantara Pakistan. 

Daftar ini mencakup beberapa syarat yang sebelumnya selalu ditolak AS, di antaranya penghapusan semua sanksi primer dan sekunder terhadap Iran, kontrol berkelanjutan Iran atas Selat Hormuz, menjamin hak pengayaan nuklir Iran, penarikan militer AS dari Timur Tengah, penghentian serangan terhadap Iran dan poros perlawanan, pencairan aset-aset Iran yang dibekukan, resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membuat kesepakatan itu mengikat secara hukum. 

Rezim Israel menyatakan mendukung keputusan AS menunda serangan dua pekan. Namun faktanya Israel masih menyerang Iran dan Lebanon. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan gencatan senjata ini termasuk di Lebanon dan seluruh tempat. 




Pengumuman gencatan senjata ini direspons sejumlah kalangan, termasuk jurnalis Amerika Serikat Ethan Levins yang menyatakan Iran telah selamat dari perang Epstein. Bahkan Senator Chuck Schumer mengaku senang Trump akhirnya mengalah dan mati-matian mencari jalan keluar dari gertakan konyolnya. 

Senator Chris Murphy menyoroti Donald Trump yang setuju untuk memberikan kendali atas Selat Hormuz kepada Iran dan hal itu adalah sebuah kemenangan bersejarah bagi Iran. 

Sementara jurnalis dan aktivis Inggris Owen Jones menyatakan ini adalah kegagalan strategis terbesar Amerika Serikat sejak kemunculannya sebagai negara adidaya. 

Analis Amerika Ron Filipkowski menulis sarkas bahwa tidak ada pergantian rezim dan menyindir Trump yang menyebut tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat. Hasilnya Amerika Serikat kini telah menyerah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)