Serangan militer Israel di Jalur Gaza menewaskan jurnalis Al Jazeera, Mohammed Wishah, dalam serangan pesawat tak berawak atau drone pada Rabu, 8 April 2026. Serangan mematikan tersebut secara spesifik menargetkan mobil yang ditumpangi Wishah saat melintas di wilayah barat Kota Gaza.
Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing kendaraan yang hancur dan masih mengeluarkan asap, sementara puluhan warga Palestina berkumpul di sekitar lokasi sesaat setelah ledakan terjadi.
Jenazah Wishah awalnya dibawa ke Rumah Sakit, sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk proses identifikasi. Di sana, kerumunan pelayat menyambut kedatangan ambulans dengan suasana duka yang mendalam.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak militer Israel mengeluarkan pernyataan yang menuduh Wishah memiliki keterkaitan dengan kelompok militan Hamas. Juru bicara militer Israel mengklaim sang jurnalis merupakan komandan unit rudal anti-tank. Tuduhan ini didasarkan pada publikasi ulang sebuah unggahan dari platform X yang berasal dari dua tahun lalu.
Peristiwa yang menimpa Muhammad Wishah menambah daftar panjang korban dari kalangan jurnalis sejak konflik besar pecah pada Oktober 2023 lalu. Berdasarkan data dari Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ), diperkirakan lebih dari 200 jurnalis dan pekerja media Palestina telah tewas di Gaza akibat operasi militer Israel.
Salah satu korban lainnya yang dicatat adalah jurnalis lepas Mariam Dagga, yang bekerja untuk kantor berita Associated Press (AP) serta organisasi media internasional lainnya. Dagga dilaporkan tewas pada Agustus 2025 ketika serangan udara Israel menghantam Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Gaza Selatan.
Penargetan terhadap
jurnalis di seluruh Jalur Gaza terus terjadi di tengah konflik yang masih terus berkecamuk, memicu kekhawatiran global mengenai keselamatan para pekerja media di garis depan.