Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memuncak setelah perundingan damai yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Merespons situasi ini dengan langkah tegas, Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan segera melakukan blokade di Selat Hormuz.
Kebijakan ini bertujuan untuk menghentikan lalu lintas kapal yang masuk dan keluar dari kawasan tersebut.
Ketegangan dipicu oleh tuntutan Iran yang ingin memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas. Namun Trump menegaskan, pembayaran kepada
Iran tidak akan menjamin keamanan di laut lepas, sekaligus mempertegas sikap keras AS terhadap kebijakan tersebut.
Sebelumnya, kedua negara sempat menyepakati
gencatan senjata selama dua minggu. Namun dengan gagalnya perundingan terbaru, nasib kesepakatan itu kini tidak pasti. Rencana blokade Selat Hormuz pun berpotensi memperluas konflik dan mengguncang stabilitas global, terutama di sektor energi.