Trump Mengaku Tidak Puas dengan Proposal Damai Terbaru Iran

2 May 2026 23:34

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku tidak puas dengan proposal damai terbaru yang dikirimkan oleh pemerintah Iran.  Menurutnya tawaran dari Iran tidak sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat.

"Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi saya tidak puas dengan itu. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," ujar Trump dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat, 1 Mei 2026. 

Trump meragukan Iran dalam menerima kesepakatan damai dengan AS. Trump bahkan menuding adanya perpecahan di pemerintahan Iran.

Lebih lanjut, Trump mengklaim bahwa keinginan Iran untuk bernegosiasi didorong oleh kondisi militer mereka yang dianggapnya melemah. Meski menolak proposal saat ini, Trump menyatakan akan tetap mengedepankan jalur negosiasi.

"Iran ingin membuat kesepakatan karena pada dasarnya mereka sudah tidak memiliki kekuatan militer lagi," ungkap Trump.
 

Baca juga: Iran Waspadai Potensi Konflik Baru dengan AS, Militer Siaga Penuh

Iran Sebut Negosiasi dengan AS Tidak Konvensional

Di sisi lain, kebuntuan ini juga mendapat tanggapan dari pihak Teheran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyebut negosiasi dengan Amerika Serikat tidak konvensional.

"Ini adalah negosiasi dengan latar belakang yang sangat berdarah. Sebenarnya kita bahkan tidak bisa lagi berbicara tentang kepercayaan dalam hubungan antara Iran dan Amerika Serikat," jelas Baghaei dikutip dalam program Metro Hari Ini, Sabtu 2 Mei 2026.

Menurut Baghaei, hambatan utama dalam mencapai kesepakatan adalah sikap Amerika Serikat yang dianggap selalu memaksakan tuntutan maksimal selama negosiasi berlangsung. Kendati demikian, pihak Iran menyatakan bahwa ruang negosiasi masih tetap terbuka bagi Amerika Serikat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)