Ratusan Ribu Warga Palestina Kehilangan Akses Kerja ke Israel Pascaperang

11 February 2026 15:04

Krisis ekonomi di Tepi Barat semakin dalam setelah puluhan ribu warga Palestina kehilangan akses kerja ke Israel pasca pecahnya perang Gaza. Pembatasan izin kerja membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di tengah meningkatnya pengangguran, dan keterbatasan lapangan pekerjaan. 

Warga Kota Tulkarm di Tepi Barat mengaku tidak lagi mampu memberi makan anak-anaknya. Lemari es di rumahnya kosong, sementara penghasilan keluarga terhenti sejak izin kerja di Israel dicabut. Sekitar 100 ribu warga Palestina kehilangan izin kerja mereka setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. 
 

Baca juga: Hamas Diizinkan Simpan Senjata Ringan dalam Upaya Demiliterisasi


Sebelumnya, pekerjaan di Israel menjadi sumber penghasilan utama dengan upah jauh lebih tinggi dibandingkan di Tepi Barat. Bank dunia memperingatkan, ekonomi Tepi Barat berada di ambang kolaps. Tingkat pengangguran melonjak mendekati 30 persen, naik tajam dari sekitar 12 persen sebelum perang. 

Israel menyatakan tidak memiliki kewajiban untuk menizinkan warga Palestina bekerja di wilayahnya, dan keputusan izin kerja ditentukan oleh pertimbangan keamanan. Namun sebagian warga Palestina masih diizinkan bekerja di pemukiman Israel di Tepi Barat. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)