Atasi Krisis Air Bersih, Polri Terjunkan Mobil Desalinasi di Pengungsian NTT

27 August 2026 09:54

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling krusial di lokasi pengungsian pascagempa yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Terbatasnya sumber air membuat warga kesulitan untuk sekadar minum, memasak, maupun membersihkan diri.

Menjawab krisis tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengoperasikan kendaraan taktis khusus berupa mobil desalinasi atau water treatment di lokasi pengungsian. Mobil ini dilengkapi teknologi mutakhir yang mampu mengolah air laut menjadi air bersih yang layak konsumsi.

"Alat ini memiliki lebih dari tujuh filter. Dari air laut hingga air tawar bisa kita olah menjadi air siap minum. Dalam pengoperasian selama 20 menit, mesin ini mampu menghasilkan 250 liter air minum dengan pilihan suhu panas, netral, maupun dingin," jelas petugas Water Treatment, Bripda Habiburrokhman, dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026. 
 


Dalam sehari, kapasitas pengolahan mesin ini mampu memproses hingga 1.000 liter air bersih yang dapat menopang kebutuhan harian ratusan pengungsi.

Cegah Penyakit di Pengungsian

Kualitas air yang dihasilkan pun dipastikan terjamin. Kapolres Ngada, AKBP Gede Harimbawa, berharap kehadiran fasilitas ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tapi juga menjaga kesehatan para pengungsi.

"Mudah-mudahan ini bisa menjaga kebersihan dan menjauhkan warga dari pengaruh penyakit akibat air yang tidak sesuai kadar. Kuantitas dan kualitas airnya sudah barang tentu terjamin," ujar AKBP Gede Harimbawa.

Bagi warga terdampak, kehadiran mobil desalinasi ini sangat meringankan beban mereka di tengah situasi darurat. Armawati, salah satu pengungsi, mengaku kini tak lagi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk memasak dan minum sehari-hari.

"Kami bersyukur sekali mendapat pasokan air bersih setiap hari dari mobil ini. Terima kasih banyak karena sebelumnya ketersediaan air menjadi salah satu kesulitan utama kami di sini," kata Armawati.

Kehadiran teknologi desalinasi ini diharapkan dapat terus dioptimalkan dan diperluas ke titik-titik pengungsian lain yang masih mengalami krisis air, guna memastikan warga terdampak tetap dapat menjalani kehidupan yang layak pascabencana.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X