Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana gempa bumi di Posko Penanganan Gempa Bumi di Bataliyon Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 26 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Presiden Instruksikan Bangun Desalinasi untuk Atasi Krisis Air Pascagempa NTT
Gabriella Thesa Widiari • 27 August 2026 01:43
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Badan Riset, Inovasi dan Teknologi (BRIN) untuk membangun dan mengembangkan teknologi menyaring air laut menjadi air yang layak minum dan konsumsi. Hal ini sekaligus untuk mengatasi krisis air pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu, 26 Agustus 2026. Sebelumnya, Kepala Negara menerima laporan dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengenai kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah terdampak gempa, salah satunya di Kabupaten Sikka.
“Saya minta BRIN, mungkin dengan Unhan, TNI, dan fakultas-fakultas teknik, saya minta teknologi desalinasi untuk yang kita mampu bangun sendiri jadi segera dikirim ke daerah-daerah yang sangat membutuhkan,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.
“Air sangat penting. Jadi selain jangka pendek, kita harus berpikir melakukan upaya-upaya jangka menengah dan jangka panjang,” kata Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu, 26 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi memungkinkan desalinasi semakin memungkinkan untuk diterapkan secara luas. Menurut Prabowo, teknologi tersebut dapat menjadi salah satu solusi yang sesuai dengan karakteristik wilayah NTT, khususnya daerah kepulauan dan kawasan pesisir yang membutuhkan sumber air bersih tambahan.
“Musibah bencana itu memicu kita untuk berpikir lebih kreatif. Dengan ini, kita sadar bahwa untuk daerah sini penghijauan, dan air, ini kita sekarang sudah ada teknologi sains dan teknologi sudah membuat banyak teknologi jadi makin murah," kata Prabowo.