Sulitnya Evakuasi Korban KM Virgo di Kedalaman 30 Meter: Pecahkan Kaca dan Pakai Kait

22 September 2026 22:22

Keterbatasan ruang gerak dan tingginya tekanan air di kedalaman 30 meter membuat proses evakuasi korban KM Virgo Transport 8 berjalan sangat sulit. Tim penyelam dari Basarnas terpaksa menggunakan metode ekstrem untuk mengevakuasi jenazah tanpa harus masuk ke dalam lambung kapal.

Kasubdit RDPO Laka Transport Basarnas, Jumaril, menjelaskan bahwa tim di lapangan sama sekali tidak direkomendasikan menembus masuk ke dalam badan kapal karena kondisi bangkai yang terus bergerak. Evakuasi hanya difokuskan pada area dek terluar dengan cara memecahkan kaca jendela kapal.

"Kita menggunakan peralatan seadanya seperti hammer dan semacam alat pahat. Kaca yang di daratan sangat mudah dipecahkan, menjadi sangat sulit saat kapal sudah terisi penuh dengan air akibat tekanan. Butuh perjuangan luar biasa bagi penyelam untuk menembus lokasi yang diduga ada jenazah," urai Jumaril, dalam dialog Primetime News, Metro TV, Selasa 22 September 2026.
 


Setelah kaca berhasil dipecahkan, rintangan belum usai. Karena dilarang masuk, penyelam harus mengandalkan alat bantu berupa pengait panjang.

"Mereka tarik perlahan dari dalam. Penyelam mengupayakan sedemikian rupa menggunakan hook untuk menggaet jenazah agar keluar dari kapal, baru kemudian diangkat ke permukaan," jelasnya.

Jenazah yang berhasil dibawa ke permukaan laut selanjutnya diserahkan kepada tim berbeda di atas armada KN SAR Pacitan. Dari sana, tim Posko Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) akan memutuskan apakah korban dievakuasi lebih lanjut melalui jalur laut atau udara menuju rumah sakit.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X