Arus Ekstrem, Tim SAR Terjunkan Robot Bawah Air Sisir Bangkai KM Virgo

21 September 2026 22:19

Pada hari kesembilan operasi pencarian korban kecelakaan laut KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, tim SAR gabungan mulai mengubah strategi dengan menerjunkan robot bawah air atau remotely operated vehicle (ROV).

Langkah ini diambil guna memetakan kondisi kapal sekaligus mengatasi ekstremnya arus bawah laut yang sempat menyentuh angka 3 knot. Di kedalaman 29 meter, operasi bawah air menjadi sangat menantang karena posisi lambung kapal sepanjang 119 meter tersebut kini dalam keadaan terbalik dan karam di dasar laut, membuat jendela waktu penyelaman manual sangat terbatas.

"Yang menjadi kendala pada saat proses evakuasi yang pertama adalah faktor cuaca, terutama arus laut bawah yang cukup deras. Kecepatan 1 hingga 2,7 knot itu sudah sangat berisiko bagi penyelaman di bawah air," ujar Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, dikutip dari Primetime News, Metro TV, Senin 21 September 2026.
 



Sebagai antisipasi risiko tinggi bagi para penyelam Basarnas Special Group (BSG), ROV kini menjadi andalan utama. Dengan berbekal cetak biru atau denah struktur kapal, robot ini dikerahkan untuk menembus sekat-sekat kabin dan memetakan area yang diduga menjadi titik terjebaknya ratusan penumpang lain.

"ROV kita turunkan lebih awal karena bisa menjangkau lorong-lorong kecil yang ada di kapal. Rancang bangun kapal sudah kita dapatkan sehingga akses-akses yang bisa dimasuki oleh ROV akan kita manfaatkan sebagai guiding awal. Nanti tim penyelam akan melaksanakan proses evakuasi di dalam kapal berdasarkan hasil pantauan ROV tersebut," jelas Putu.

Selain kendala alam, tim SAR juga menemukan persoalan administratif yang menghambat proses validasi data korban. Ketidaksesuaian data manifes jalur resmi menjadi kendala tersendiri di lapangan. Tercatat, dari 120 korban yang sudah berhasil dievakuasi, 22 korban di antaranya ternyata tidak terdaftar dalam dokumen manifes penumpang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X