Jakarta: Katak kayu (Lithobates sylvaticus) memiliki kemampuan bertahan hidup yang tidak biasa. Katak yang hidup di wilayah dingin Amerika Utara ini dapat membekukan sebagian tubuhnya selama musim dingin dan kembali aktif ketika suhu menghangat.
Menurut National Wildlife Federation, saat menghadapi suhu rendah, katak kayu berhenti bernapas dan jantungnya berhenti berdetak. Kondisi tersebut berlangsung selama periode musim dingin ketika tubuhnya berada dalam keadaan beku.
Meski demikian, pembekuan tersebut tidak langsung menyebabkan kematian. Katak kayu memiliki adaptasi fisiologis yang membantu melindungi sel-sel tubuhnya dari kerusakan akibat pembentukan es.
Memiliki 'Antibeku' Alami
Salah satu kunci kemampuan katak kayu bertahan dalam kondisi beku adalah zat khusus yang diproduksi tubuhnya. Zat tersebut berfungsi seperti antibeku alami dan membantu mencegah terbentuknya kristal es di dalam sel. Es tetap terbentuk di tubuh, tetapi berada terutama di ruang di antara sel-sel. Kondisi ini berbeda dengan pembentukan es di dalam sel yang dapat menyebabkan kerusakan dan berakibat fatal.
Ketika suhu kembali meningkat, tubuh katak kayu secara bertahap mencair. Setelah proses tersebut berlangsung, pernapasan dan detak jantungnya kembali, kemudian katak tersebut melanjutkan aktivitasnya, termasuk mencari makanan dan berkembang biak.
Hidup di Wilayah Dingin Amerika Utara
Katak kayu ditemukan di berbagai wilayah Amerika Serikat, terutama kawasan hutan Alaska dan bagian timur laut negara tersebut. Populasinya juga ditemukan dalam jumlah lebih kecil hingga Alabama di bagian selatan dan Idaho di barat laut.
Katak kayu juga dikenal sebagai satu-satunya jenis katak yang hidup hingga wilayah di sebelah utara Lingkar Arktik. Katak dewasa umumnya hidup di kawasan hutan, sedangkan tempat berkembang biaknya berupa kolam musiman yang dikenal sebagai vernal pools. Ketika musim dingin tiba, katak kayu berlindung di bawah lapisan serasah daun.
Secara fisik, katak kayu memiliki warna tubuh yang bervariasi, mulai dari cokelat, merah, hijau, hingga abu-abu. Ciri yang paling mudah dikenali adalah pola hitam di sekitar mata yang menyerupai sebuah topeng.
Katak kayu dewasa berukuran sekitar 3,8 hingga 8,2 sentimeter. Betina umumnya memiliki warna tubuh yang lebih cerah dibandingkan jantan.
Makanan dan Perkembangbiakan
Katak kayu dewasa memakan berbagai hewan kecil, seperti serangga, arachnida, cacing, siput tanpa cangkang, dan siput bercangkang. Hewan ini menangkap mangsanya menggunakan lidah yang panjang dan lengket.
Sementara itu, berudu pada katak kayu umumnya memakan alga dan material tumbuhan yang membusuk. Namun, berudu juga tercatat dapat memakan telur atau larva amfibi lain.
Musim kawin katak kayu biasanya dimulai pada awal Maret dan termasuk salah satu musim kawin katak yang paling awal. Pada periode tersebut, katak jantan menghasilkan suara panggilan yang terdengar seperti suara kuakan dan dapat terdengar baik pada siang maupun malam hari. Betina dapat menghasilkan sekitar 1.000 hingga 3.000 telur. Telur tersebut kemudian menetas dalam waktu sekitar sembilan hingga 30 hari.
Katak kayu dapat mencapai kematangan seksual dalam satu hingga dua tahun, tergantung jenis kelamin dan populasi. Di alam liar, rata-rata masa hidupnya biasanya tidak lebih dari tiga tahun. (Titik Nurmalasari)