Jakarta: Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda sejak Jumat, 4 September 2026 memicu sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kondisi tersebut mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Di Pasar Asemka, Jakarta, peningkatan kewaspadaan masyarakat terlihat dari melonjaknya permintaan masker. Sejumlah jenis masker mulai banyak dicari masyarakat dalam beberapa hari terakhir.
Pedagang masker, Kandar, mengatakan peningkatan permintaan mulai dirasakan sejak sekitar tiga hari terakhir.
“Dari kemarin ini memang banyak masker yang dicari orang, dari tiga hari yang lalu,” ujar Kandar.
Menurut Kandar, masker yang banyak dicari pembeli di antaranya jenis
duckbill, KN95, dan KF94. Selain itu, masker medis untuk pengguna hijab maupun nonhijab juga turut diminati.
“Yang banyak dicari ya
duckbill, KN95, KF94, iya sama yang medisnya tuh, medis yang hijab sama yang nonhijab,” kata Kandar.
Meningkatnya permintaan masker juga berdampak pada harga jual. Kandar menyebut harga masker dapat mengalami kenaikan, bergantung pada tingginya permintaan dan ketersediaan stok.
“Karena banyak yang nyari, tuh harganya otomatis naik ya. Kalau naik tuh relatif,” ujarnya.
Aktivitas sehari-hari masyarakat
Meski permintaan masker meningkat di pasaran, dampak sebaran abu vulkanik terhadap aktivitas sehari-hari dirasakan berbeda oleh setiap warga.
Salah seorang warga, Nadya, mengaku aktivitasnya masih berjalan seperti biasa. Ia tetap melakukan kegiatan sehari-hari dan lebih banyak menggunakan transportasi umum.
“Jadi nggak terlalu berdampak, karena setiap hari kan memang melakukan aktivitas, menggunakan transportasi umum. Kadang-kadang juga pribadi, tapi lebih banyak transportasi umum,” ujar Nadya.
Nadya mengatakan penggunaan masker juga bukan hal baru baginya. Ia sudah terbiasa menggunakan masker bahkan sebelum erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi.
“Sebelum ini memang aku pakai masker, sudah terbiasa pakai masker,” katanya.
(Titik Nurmalasari)