Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin dilaporkan mengalami kebakaran hebat di perairan Selat Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026, pagi. Kapal yang melayani rute Pelabuhan Padang Bai (Bali) menuju Pelabuhan Lembar (Lombok) ini mengangkut sekitar 130 orang penumpang.
Kepala Kantor SAR NTB, Muhamad Hariyadi, mengonfirmasi bahwa informasi kebakaran diterima pihak otoritas pada pukul 04.39 WITA.
"Kami menerima laporan adanya kebakaran KMP Putri Yasmin saat dalam perjalanan dari Padang Bai menuju Lembar. Segera setelah laporan masuk, kami berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan, termasuk TNI AL, Polair, Syahbandar, dan ASDP," kata Kepala Kantor SAR NTB, Muhamad Hariyadi dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2026.
Proses Evakuasi
Berdasarkan rekaman visual yang diterima, sejumlah penumpang terlihat mengenakan pelampung dan berada di area luar kapal yang mulai dipenuhi asap. Sebagian penumpang dilaporkan sempat melompat ke laut menggunakan life jacket dan rakit penolong (life raft) sebelum bantuan tiba.
Hariyadi menjelaskan, proses evakuasi dilakukan oleh berbagai pihak. "Hingga saat ini, Basarnas telah mengevakuasi 59 orang, kapal milik TNI AL mengevakuasi 17 orang, dan KMP Portlink II yang sedang melintas membantu mengevakuasi 35 orang penumpang," paparnya.
Meskipun terdapat perbedaan data manifes awal yang menyebutkan 114 penumpang, pemutakhiran data terbaru menunjukkan total penumpang mencapai 130 orang.
Kondisi Penumpang
Plt Kepala KSOP Padang Bai, Hari Wiyanto, memastikan bahwa sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka bakar serius dalam insiden ini. Penumpang yang dievakuasi oleh KMP Portlink II direncanakan bersandar di Dermaga Pelabuhan Padang Bai, Bali.
"Para penumpang dalam keadaan sehat. Di posko evakuasi sudah siap tim medis dari Balai Besar Karantina Kesehatan Pelabuhan serta Dokkes Polda Bali untuk memberikan penanganan medis segera setelah mereka tiba di pelabuhan," jelas Hari.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh penumpang dipastikan sudah berhasil keluar dari kapal. Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pemantauan di lokasi untuk memastikan tidak ada
korban yang tertinggal serta mengoordinasikan langkah pengamanan lebih lanjut terhadap bangkai kapal.