Genjot Transisi Energi, Presiden Prabowo Targetkan Pembangunan PLTS 100 GW

14 August 2026 17:52

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan transisi energi besar-besaran dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 Gigawatt (GW). Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

"Selanjutnya kita telah mulai dan akan membangun 100 ribu megawatt, atau 100 gigawatt energi dari matahari, energi surya," ujar Prabowo dalam tayangan Live Event Metro TV, Jumat, 14 Agustus 2026.

Langkah ini bertujuan untuk menggantikan ketergantungan nasional pada energi fosil, khususnya diesel. "Pemerintah akan mempercepat penutupan pembangkit listrik tenaga diesel dan menggantinya dengan pembangkit listrik tenaga surya," katanya.
 


Sebagai langkah awal di tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS sebesar 30 GW. Secara bersamaan, pemerintah juga akan segera menghentikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebesar 13 GW.

Prabowo menyoroti ketidakefisienan penggunaan solar di wilayah pelosok Indonesia. Menurutnya, sebagai negara tropis dengan limpahan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia seharusnya tidak lagi bergantung pada distribusi BBM yang memakan biaya tinggi.

"Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien," tegasnya.

Melalui transformasi ke PLTS ini, Presiden optimis Indonesia dapat segera membangun kemandirian energi nasional yang lebih bersih dan berkelanjutan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X