Pascabanjir Bandang Padang, Puluhan Warga Kuranji Krisis Air Bersih

13 October 2026 12:57

Pascabencana banjir bandang yang menerjang Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu lalu, warga terdampak kini harus berjuang menghadapi krisis air bersih. Selain disibukkan dengan pembersihan sisa material lumpur tebal di permukiman, puluhan warga di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, kesulitan memenuhi kebutuhan air harian akibat sumber air warga tercemar lumpur.

Banjir bandang tersebut dipicu oleh jebolnya tanggul darurat sungai. Luapan air yang deras menerjang kawasan permukiman seperti Kampung Apa di Lubuk Minturun hingga ketinggian satu meter, serta membawa endapan lumpur masuk ke dalam rumah warga dengan ketebalan 20 hingga 50 sentimeter.

Di kawasan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, sekitar 30 kepala keluarga (KK) terdampak tidak dapat lagi mempergunakan sumur mereka karena telah tertimbun lumpur. Kondisi ini diperparah dengan terhentinya distribusi air bersih dari jaringan PDAM setempat. 
 



Akibatnya, warga terpaksa mengambil air secara langsung dari aliran sungai untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), yang sangat bergantung pada kejernihan air sungai. Untuk kebutuhan konsumsi, warga antusias mengantre bantuan air bersih gratis yang disalurkan oleh yayasan sosial.

Mengenai kondisi pengungsian, warga di Perumahan Lumin Park Cluster dan Kampung Apa memilih tidak mendirikan tempat pengungsian terpusat. Kelompok rentan seperti anak-anak dan ibu-ibu memilih mengungsi di posko BNPB atau menumpang di rumah kerabat. 

Sementara itu, kaum pria dan bapak-bapak memilih bertahan (standby) di rumah masing-masing guna mengamankan barang-barang yang masih tersisa. Warga sangat berharap penyaluran bantuan air bersih terus mengalir secara kontinu dan adanya bantuan untuk pembersihan sumur tercemar.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X