Semarang: Bursa wirausaha di Jawa Tengah diharapkan tidak hanya sekadar ajang pamer produk semata, namun harus menjadi pintu masuk untuk memperluas pasar dan melahirkan wirausaha muda baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, menilai pengembangan wirausaha muda tidak cukup hanya dengan pelatihan melainkan harus dipertemukan dengan akses pasar pembiayaan teknologi serta jejaring kemitraan.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat menghadiri bursa wirausaha unggulan tahun 2026 di Muladi Dome Universitas Diponegoro Semarang, yang mempertemukan puluhan lembaga inkubator pelaku
UMKM, serta ratusan mahasiswa calon pengusaha dari berbagai perguruan tinggi.
Saat ini sekitar 4,2 juta UMKM tersebar di 35 kabupaten kota di Jawa Tengah, dengan 97,95 persen di antaranya merupakan usaha mikro.
Pemprov Jateng terus memperluas ruang tumbuh bagi calon pengusaha, melalui program seperti akademi balatkop dan
hetero business leap, agar pembekalan berlanjut pada pengembangan produk pemasaran dan digitalisasi.
Selain itu, penguatan ekonomi daerah juga didukung melalui realisasi investasi usaha mikro dan kecil, serta fasilitas akses permodalan melalui kredit usaha rakyat, dengan bunga enam persen dari Bank Jawa Tengah agar UMKM makin berkembang dan naik kelas. (Ica Ervina)