Gelar Operasi Mantap Brata, Polri Siap Amankan Pemilu 2024

17 October 2023 22:06

Polri menggelar Operasi Mantap Brata 2023 - 2024 demi menciptakan pemilu 2024 yang damai. Operasi tersebut juga digelar untuk mengawal pelaksanaan Pemilu 2024, mulai dari pendaftaran calon, pencoblosan hingga pelantikan.

"Operasi ini (Operasi Mantap Brata) dilaksanakan mulai 19 Oktober 2023 selama 222 hari," kata Asisten Kapolri Bidang Operasi Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca dalam tayangan Primetime News, Metro TV, Selasa, 17 Oktober 2023. 

Personel yang akan dilibatkan dalam Operasi Mantap Brata dicek untuk terakhir kalinya. Sebab, mereka akan mengawal Pemilu dari awal hingga pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca menyebut bahwa setiap tahapan pemilu pasti ada potensi-potensi kerawanan. Hal itu diprediksi akan terjadi mulai dari pendaftaran capres-cawapres di KPU.

"Misalkan pada tanggal 19 pendaftaran capres cawapres, mungkin ada yang tidak berhak masuk ke dalam ataupun KPU sudah membatasi untuk masuk ke dalam," ujar Verdianto. 

Kemudian saat kampanye, kemungkinan ada anak-anak yang dibawa, hate speech atau ujaran kebencian, hoaks di media sosial, dan politik identitas. Pada saat masa tenang pun punya kerawanan tersendiri 
misalnya politik uang.

"Saat pencoblosan juga punya kerawanan tersendiri, ada mungkin masyarakat kita yang tidak terdaftar dalam DPT tapi ingin melakukan pencoblosan hanya berdasarkan KTP," ucap Verdianto. 

Menurut Verdianto, kerawanan paling tinggi akan terjadi pada saat pencoblosan. Proses distribusi logistik pun dinilai punya kerawanan, apalagi jika distribusi dilakukan di daerah terpencil atau pedalaman yang bisa sampai tiga hari. 

Sementara itu, Anggota KPU RI 2022-2027 Mochmmad Afifuddin menyambut baik Operasi Mantap Brata yang digelar oleg Polri. KPU berterima kasih dan mengharapkan kerja sama, serta bantuan semua pihak untuk menyukseskan Pemilu 2024. 

"Kami (KPU) memposisikan semua tahapan ini adalah situasi yang harus kami waspadai dan kami persiapkan, semuanya harus kita jaga secara maksimal," ujar Mochmmad Afifuddin. 

Mochmmad Afifuddin  mengungkap skenario KPU adalah skenario finalisasi. Semua tahapan harus dimaksimalkan alias zero accident. 

"Seluruh optimalisasi, kolaborasi dengan semua pihak termasuk Operasi Mantap Brata yang dilakukan teman-teman kepolisian, kita sambut baik dan kita berterima kasih sekali dengan semua rencana dukungan semua pihak terhadap support yang dilakukan di setiap tahapan pemilu," ujarnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febriari)