Rusia Rilis Video Kapal Metagaz Arctic yang Rusak Parah Akibat Serangan Drone

26 May 2026 13:23

Komite Investigasi Rusia merilis rekaman video yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan salah satu kapal tanker miliknya, Kapal Metagaz Arctic, yang rusak di wilayah Laut Mediterania. Kapal tersebut diduga kuat menjadi target serangan drone laut yang terjadi pada Maret lalu.

Dalam pernyataan resminya, tim penyelidik mengungkapkan bahwa hantaman keras dari drone tersebut memicu kebakaran hebat di atas kapal. Hasil pemeriksaan menunjukkan kerusakan menyeluruh pada seluruh sistem kontrol kapal serta kerusakan signifikan pada dua tangki bahan bakar.

Meskipun mengalami kerusakan struktural yang fatal, seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan telah berhasil dievakuasi oleh otoritas terkait. Untuk mendalami kronologi kejadian, tim investigasi telah mengamankan alat perekam data perencanaan guna memverifikasi rute pasti yang ditempuh kapal sebelum insiden terjadi.
 

Baca juga: Rusia Serang Kyiv dengan Rudal Hipersonik Oreshnik, 4 Orang Tewas 100 Terluka

Kapal berbendera Rusia, Metagaz Arctic, diketahui tengah mengangkut 61.000 ton gas alam cair (LNG) saat peristiwa terjadi. Kapal tersebut dihantam drone saat berada di dekat Perairan Malta, yang menyebabkannya hanyut tanpa kendali hingga ke lepas pantai Libya sebelum akhirnya dievakuasi oleh otoritas maritim setempat.

Laporan tersebut juga mengonfirmasi bahwa Kapal Metagaz Arctic merupakan bagian dari 'armada bayangan' (shadow fleet) Rusia. Armada ini dioperasikan secara khusus untuk mengangkut komoditas energi seperti minyak dan gas guna menembus blokade sanksi internasional yang dijatuhkan akibat invasi ke Ukraina.

Saling Tuding Moskow dan Kyiv

Peristiwa ini semakin memanaskan tensi geopolitik antara kedua negara. Pihak Moskow secara terbuka menuduh Ukraina berada di balik serangan drone laut tersebut.

Di sisi lain, pihak Kyiv menegaskan bahwa operasional ekspor minyak dan gas Rusia melalui armada bayangan merupakan sumber pendanaan utama bagi agresi militer Moskow. Serangan terhadap infrastruktur energi ini dipandang sebagai upaya untuk memutus aliran dana yang membiayai konflik bersenjata tersebut.

(Anggie Meidyana)