12 January 2026 15:27
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menilai mantan Presiden Joko Widodo menjadi figur kunci dalam polemik kuota haji Indonesia. Menurutnya, penambahan kuota haji yang diperoleh Indonesia tidak terlepas dari peran langsung Jokowi yang melakukan lobi kepada Kerajaan Arab Saudi.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Agama tahun 2020-2024 Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pengelolaan kuota haji.
Penetapan tersangka tersebut menjadi pintu masuk penyelidikan lebih jauh atas tata kelola dan distribusi kuota haji. Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai Presiden ketujuh Joko Widodo menjadi figur kunci dalam polemik kota haji Indonesia.
"Kuncinya di mana? Di Pak Jokowi harus dimintai keterangan," ujarnya.
Menurut Boyamin, penambahan kuota haji yang diperoleh Indonesia tidak terlepas dari peran langsung Jokowi yang melakukan lobi kepada kerajaan Arab Saudi. Karena itu, ia menilai penelusuran perkara ini tidak bisa dilepaskan dari proses diplomasi di level tertinggi negara.