Jakarta: Musim hujan kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan, mulai dari flu, batuk, hingga penurunan kondisi tubuh secara umum.
Suhu udara yang lebih dingin, tingkat kelembapan yang tinggi, serta berkurangnya paparan sinar matahari membuat daya tahan tubuh lebih rentan menurun.
Penyebab Sakit Saat Musim Hujan Bukan Karena Cuaca
Namun para ahli menilai, penyebab utama tubuh mudah sakit di
musim hujan bukan semata-mata karena cuaca, melainkan kebiasaan kecil sehari-hari yang sering diabaikan. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat berdampak besar terhadap sistem imun.
Faktor Penyebab Sakit Saat Musim Hujan
Salah satu kebiasaan yang kerap diremehkan adalah membiarkan kaki dalam kondisi dingin dan basah terlalu lama setelah kehujanan. Menurut pakar kesehatan, suhu tubuh yang turun akibat kaki dingin dapat memengaruhi
respon imun dan membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi. Oleh karena itu, masyarakat dianjurkan untuk segera mengganti kaus kaki, mengeringkan kaki, atau membilasnya dengan air hangat setelah kehujanan.
Selain itu, kurangnya paparan sinar matahari selama musim hujan juga berkontribusi pada menurunnya kadar vitamin D dalam tubuh. Vitamin D berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh. Minimnya asupan sinar matahari dapat membuat tubuh terasa lebih lemas dan mudah sakit. Paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit atau membuka jendela agar cahaya masuk ke dalam rumah menjadi langkah sederhana yang dianjurkan.
Kebiasaan mandi terlalu malam dengan air dingin juga dinilai berisiko. Kondisi tubuh yang sudah lelah kemudian terkena air dingin dapat memicu penurunan daya tahan tubuh. Para ahli menyarankan agar mandi dilakukan lebih awal, menggunakan air hangat, serta memberi jeda sebelum tidur agar tubuh tidak mengalami perubahan suhu secara mendadak.
Di sisi lain, konsumsi minuman manis yang meningkat saat musim hujan juga perlu diperhatikan. Meski minuman hangat seperti teh manis, kopi susu, atau cokelat kerap menjadi pilihan, asupan gula berlebihan justru dapat menurunkan
respon imun tubuh. Mengurangi gula dan menyeimbangkannya dengan air putih atau minuman hangat alami seperti air jahe dinilai lebih baik bagi kesehatan.
Faktor lingkungan rumah juga tak kalah penting. Tingkat kelembapan yang tinggi selama musim hujan membuat jamur dan bakteri lebih mudah berkembang. Sirkulasi udara yang baik, menjemur handuk dan sprei secara rutin, serta tidak membiarkan pakaian basah terlalu lama menjadi langkah pencegahan sederhana untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Pakar kesehatan menekankan bahwa menjaga kesehatan di musim hujan tidak selalu membutuhkan obat atau suplemen mahal. Konsistensi menerapkan kebiasaan kecil sehari-hari justru menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit musiman.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Calista Vanis)