Presiden Prabowo dan Presiden Pakistan Berencana ke Iran Redakan Konflik di Timteng

6 March 2026 19:09

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Teheran, Iran. Langkah ini diambil sebagai langkah diplomasi guna meredakan eskalasi konflik yang tengah membara di kawasan Timur Tengah.

Kabar rencana kunjungan ini diungkapkan oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), Profesor Jimly Asshiddiqie, usai menghadiri acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis lalu, 5 Maret 2026.

"Dan yang saya bersyukur Presiden (Prabowo), Perdana Menteri Pakistan bersedia untuk bersama-sama dengan Presiden Prabowo untuk berkunjung ke Teheran. Itu yang diterangkan tadi oleh Presiden," kata Jimly.
 

Baca juga: Prabowo Disebut Pilih Jalan Moderat Sikapi Geopolitik Dunia

Menurut Jimly, rencana ini muncul setelah Presiden Prabowo menerima telepon langsung dari Presiden Pakistan. Keduanya sepakat untuk bergerak bersama demi mendorong deeskalasi konflik di kawasan tersebut.

"Jadi, bukan hanya Indonesia. Artinya, apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari Perdana Menteri Pakistan. Nah mereka (rencana) akan sama-sama pergi ke Teheran," ujar Jimly.

Lebih lanjut, Jimly menegaskan bahwa kunjungan ke Teheran ini bukan dalam konteks negosiasi atau mediasi antara pihak-pihak yang bertikai, seperti antara Israel dan Iran. Hal ini mengingat situasi yang sangat sensitif setelah tewasnya sejumlah tokoh penting di kawasan tersebut.

"Jadi, bukan menegosiasi ya, menjadi mediator antara apa dengan bukan hanya dalam pengertian negosiasi atau mediasi Israel dengan Iran, bukan kayak begitu. Ini kan orang (tertingginya) sudah dibunuh ya kan. Ayatollah-nya sudah dibunuh, masa ditawarin damai, bukan dalam konteks itu, tetapi ini untuk mencegah eskalasi," ungkap Jimly.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)