Presiden Prabowo Subianto. Foto: Setrpres.
Prabowo Disebut Pilih Jalan Moderat Sikapi Geopolitik Dunia
Anggi Tondi Martaon • 6 March 2026 13:10
Jakarta: Ustaz Muhammad Subki Al-Bughury menilai Presiden Prabowo Subianto cenderung mengambil pendekatan moderat dan jalan tengah dalam menyikapi berbagai persoalan geopolitik global maupun regional. Hal itu disampaikan disampaikan Subki setelah mengikuti acara Silaturahmi Presiden RI ormas dan ulama di Istana Merdeka, Kamis malam, 5 Maret 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Subki menyebut Prabowo berbicara mengenai berbagai isu geopolitik terkini serta perkembangan situasi di Timur Tengah. Ia menilai sepanjang paparannya, Prabowo mengedepankan pendekatan jalan tengah (wasathiyah) yang berupaya menghadirkan solusi saling menguntungkan bagi Indonesia tanpa harus melalui konfrontasi.
“Yang saya tangkap adalah bagaimana Presiden dalam mengambil keputusan. Beliau sepertinya lebih mengambil jalan tengah, jalan moderat, jalan wasathiyah, dengan menimbang apa yang paling menguntungkan bagi bangsa Indonesia,” ujar Subki.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut juga tercermin dalam cara Prabowo memandang berbagai persoalan kawasan. Seperti sengketa di Laut Cina Selatan, wilayah Natuna, hingga isu perbatasan dengan Malaysia di Ambalat.
Menurut Subki, Prabowo lebih memilih pendekatan win-win solution dibandingkan konflik terbuka. Sebab, berpotensi tidak menghasilkan keuntungan bagi semua pihak.
Baca Juga :
Redam Eskalasi di Timteng, Presiden Prabowo dan PM Pakistan Disebut Berencana ke Teheran
Sementara itu, terkait isu Israel dan Palestina, Subki menyebut Prabowo memandang penting untuk mencari jalan damai agar konflik yang berkepanjangan tersebut dapat segera diakhiri.

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok/Setpres.
“Kalau konflik ini terus berlanjut tanpa penyelesaian, kapan kita bisa menolong saudara-saudara kita di Palestina. Karena itu harus ada usaha untuk mencari jalan damai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa salah satu gagasan yang disampaikan adalah kemungkinan pengakuan secara timbal balik. Dalam skema tersebut, apabila Israel mengakui kemerdekaan Palestina, maka secara adil Indonesia juga dapat mempertimbangkan pengakuan terhadap Israel, dengan syarat penghentian berbagai tindakan kekerasan terhadap rakyat Palestina.