Jakarta: Perbincangan soal penggunaan B50 masih memasuki masa transisi setidaknya sampai dengan 3 bulan ke depan. Untuk itu pemerintah resmi memberlakukan penggunaan bahan bakar B50 terhitung mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini jadi bagian dari upaya untuk bisa mengurangi ketergantungan pada impor solar, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Apa itu B50?
B50 sebenarnya adalah campuran solar 50% kemudian biodiesel dari minyak sawit 50% juga, jadi 50-50. B50 merupakan bahan bakar diesel yang terdiri dari bahan baku yang bersumber dari kelapa sawit. Sebelumnya kita mengenal B40. Kali ini bahan bakar yang menggunakan energi ramah lingkungan naik kadarnya 10%, makanya namanya jadi B50.
Kapan bisa berlaku?
B50 sudah berlaku tanggal 1 Juli 2026. Bagaimana distribusinya? Jadi distribusinya akan secara bertahap melalui SPBU-SPBU yang dimiliki oleh Pertamina dengan masa transisi sekitar 3 bulan. Jadi nanti seluruh Indonesia bisa menggunakan atau mengakses B50 adalah 1 Oktober 2026.
Kendaraan apa saja yang bisa gunakan B50?
Ada beberapa, misalnya mobil biodiesel, kemudian truk, bus, alat berat, traktor, dan lain-lain.
Manfaat penggunaan B50
Pemerintah menyebut penggunaan B50 itu punya sejumlah manfaat, di antaranya bisa mengurangi impor solar. Karena menggunakan bahan baku ramah lingkungan sekarang kadarnya lebih ditingkatkan, kemudian bisa memperkuat ketahanan energinya, sekaligus juga menyerap produksi sawit nasional. Selain itu secara lingkungan, kenapa disebut ramah lingkungan? Karena bisa mengurangi emisi dibandingkan dengan solar murni. Jadi ada harapan untuk kemudian bisa penggunaan bahan bakar lebih ramah terhadap lingkungan.
Harga B50
Harganya B50 dibanderol Rp6.800 per liter, sama dengan biosolar penugasan atau biosolar yang sebelumnya. Jadi belum ada perubahan yang berbeda dengan yang sebelumnya. Tetapi lebih rendah jika dibandingkan dengan bahan bakar lainnya.
Perbandingan BBM diesel
B50 harganya Rp6.800, sementara Dexlide harganya sekitar Rp19.700. Kemudian Pertamina Dex Rp21.150. Jadi harganya memang berbeda begitu jauh gapnya.
Imlementasi B50
Tapi yang perlu diingat adalah bahwa implementasi B50 itu sekali lagi ditekankan bahwa dilakukan secara bertahap. Artinya belum seluruh SPBU di seluruh Indonesia akan langsung menyediakan B50. Karena nanti distribusinya menyesuaikan kesiapan terminal BBM
Seperti disampaikan oleh Pertamina Patraniaga, nanti teknisnya akan dikirim dulu ke terminal-terminal kemudian menyalurkan ke SPBU-SPBU di sejumlah wilayah.
Tujuan penggunaan B50
Kebijakan B50 ini tujuan besarnya adalah diharapkan bisa mampu mengurangi ketergantungan terhadap BBM impor. Kemudian memperkuat swasembada energi. Selain itu bisa meningkatkan nilai tambah untuk sawit Indonesia. Kemudian bisa mendukung transisi energi nasional.
Diharapkan penggunaan B50 ini benar-benar bisa menguntungkan dari sisi penyerapan sawit atau potensi sawit. Selain itu bisa menciptakan bahan bakar yang jauh lebih ramah lingkungan. Terkait dengan hal ini pemerintah menyebut bahwa bahan bakar baru B50 sebagai kunci ketahanan energi.
Sumber: Redaksi Metro TV