BNN Identifikasi 175 Jenis Narkotika Baru di Indonesia, Berkedok Vape dan Gas N2O

19 February 2026 21:19

Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia merilis data terbaru mengenai ancaman Zat Psikoaktif Baru (New Psychoactive Substances/NPS) yang terus merambah pasar gelap Tanah Air. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 175 jenis NPS telah teridentifikasi masuk ke Indonesia dari total 1.444 jenis yang terdata secara global.

Temuan ini menjadi alarm keras bagi masyarakat karena modus distribusinya kini semakin canggih dan menyasar gaya hidup modern. BNN mengungkapkan bahwa narkotika jenis baru tersebut kini disusupkan ke dalam cairan rokok elektrik (vape) serta penggunaan gas dinitrogen oksida (N2O) untuk tujuan rekreasional.

Berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap ratusan sampel cairan vape, ditemukan fakta mengejutkan bahwa 23,97% di antaranya mengandung zat adiktif berbahaya, seperti etomidate hingga kanabinoid sintetis. Zat-zat ini sering kali tidak terdeteksi oleh alat uji konvensional, sehingga menjadi tantangan besar bagi aparat penegak hukum.

"Kita sudah mengidentifikasi 100 NPS, jenis baru di luar narkotika biasa seperti ganja atau sabu," ujar Kapuslab Narkotika BNN, Brigjen Pol Supiyanto. 
 

Baca juga: Viral Gas Whip Pink di Tempat Hiburan Malam, BPOM Ungkap Bahaya Seriusnya-Beranda Nasional

BNN menegaskan bahwa inovasi zat psikoaktif ini diproduksi baik melalui laboratorium gelap (clandestine lab) di dalam negeri maupun diselundupkan dari luar negeri.

Menanggapi fenomena tersebut, BNN mendorong adanya regulasi yang lebih ketat untuk menutup celah distribusi narkotika berkedok gaya hidup. Dalam diskusi lintas sektor di Jakarta, BNN merekomendasikan opsi pelarangan total rokok elektrik, serupa dengan kebijakan yang telah diterapkan oleh Singapura dan Thailand.

Sebagai langkah antisipasi dan edukasi publik, BNN telah meluncurkan sistem peringatan dini melalui situs web resmi mereka. Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi secara real-time kepada masyarakat mengenai setiap penemuan jenis NPS baru di Indonesia.

"Setiap ada penemuan NPS baru akan kita alert, kita masukkan di dalam website kami sehingga masyarakat siapapun bisa melihat perkembangan NPS yang ada di Indonesia," pungkas Supiyanto.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)