6 Jenis Kereta yang Beroperasi di Indonesia, Apa Saja?

22 September 2026 09:47

Jakarta: Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan teknologi, jenis kereta yang beroperasi saat ini semakin beragam, mulai dari kereta dengan lokomotif diesel, kereta rel listrik, hingga kereta cepat.

Untuk mengenang peristiwa pengambilalihan perusahaan kereta api dari tangan Jepang oleh para pekerja kereta api Indonesia pada 28 September 1945, setiap 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Indonesia. Tahun ini, peringatan tersebut jatuh pada Senin, 28 September 2026 dan memasuki usia ke-81.

Seiring perkembangan teknologi, kereta yang beroperasi kini tidak lagi terbatas pada lokomotif, tetapi juga mencakup kereta dengan tenaga listrik seperti KRL, MRT, LRT, hingga kereta cepat. Untuk lebih lengkapnya, inilah jenis-jenis kereta yang beroperasi di Indonesia.

 

6 Jenis Kereta yang Beroperasi di Indonesia

1. Kereta dengan Lokomotif Diesel

Kereta jenis ini menggunakan mesin diesel yang ditempatkan di bagian depan atau belakang rangkaian untuk menarik maupun mendorong kereta penumpang dan gerbong barang.

Umumnya, kereta dengan lokomotif diesel digunakan untuk perjalanan jarak jauh, kereta lokal, hingga angkutan logistik. Berdasarkan data KAI per Juni 2026, terdapat 551 lokomotif, 2.238 kereta penumpang, serta 8.907 gerbong barang yang dioperasikan KAI.

Tidak hanya mengangkut penumpang, angkutan ini juga menampung kebutuhan logistik seperti batu bara, peti kemas, BBM, semen, dan hasil perkebunan.

2. Kereta Rel Listrik (KRL)

Kereta Rel Listrik atau KRL merupakan kereta yang menggunakan tenaga listrik dari sistem Listrik Aliran Atas (LAA). Berbeda dengan kereta konvensional yang membutuhkan lokomotif terpisah, perangkat penggerak KRL terintegrasi dalam rangkaian kereta.

KRL banyak digunakan sebagai transportasi komuter untuk mengangkut masyarakat di kawasan perkotaan. KAI Commuter mengoperasikan layanan ini di kawasan Jabodetabek serta rute Yogyakarta-Solo.

Per Juni 2026, KAI mencatat terdapat 1.064 sarana KRL. Secara keseluruhan, KAI Group juga mencatat 258,99 juta pelanggan sepanjang Semester I 2026 dari berbagai layanan perkeretaapian.

3. Kereta Rel Diesel dan Elektrik (KRDE/I)

Selain KRL, terdapat Kereta Rel Diesel dan Elektrik atau KRDE/I. Kereta jenis ini memiliki sistem penggerak yang menyatu dengan rangkaian sehingga tidak membutuhkan lokomotif terpisah.

Perbedaannya dengan KRL terletak pada sumber energinya. KRDE/I menggunakan mesin diesel di dalam rangkaian untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian digunakan untuk menggerakkan motor kereta.

Per Juni 2026, tercatat terdapat 96 sarana KRDE/I dalam ekosistem perkeretaapian KAI.

4. Mass Rapid Transit (MRT)

Mass Rapid Transit atau MRT merupakan sistem transportasi berbasis rel yang dirancang untuk melayani mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan dengan kapasitas dan frekuensi perjalanan yang tinggi.

Di Indonesia, MRT beroperasi di Jakarta. Pada Fase 1, jalur MRT menghubungkan Lebak Bulus hingga Bundaran HI dengan panjang sekitar 16 kilometer yang terdiri dari jalur layang dan bawah tanah.

MRT Jakarta juga menggunakan teknologi persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) dan Automatic Train Operation (ATO) Level 2. Teknologi tersebut memungkinkan perjalanan kereta berlangsung secara otomatis dengan tetap berada di bawah pengawasan pusat kendali dan masinis.

5. Light Rail Transit (LRT)

Light Rail Transit atau LRT merupakan moda transportasi berbasis rel yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan. LRT memiliki jarak antarstasiun yang relatif dekat dan frekuensi perjalanan yang tinggi.

Beberapa layanan LRT yang telah beroperasi di Indonesia antara lain LRT Jabodebek, LRT Jakarta, dan LRT Sumatera Selatan.

LRT Jabodebek menggunakan teknologi Communication-Based Train Control (CBTC) Grade of Automation Level 3 (GoA3), yang memungkinkan kereta beroperasi secara otomatis tanpa masinis di dalam kabin.

6. Kereta Cepat Whoosh

Kereta Cepat Whoosh menjadi salah satu perkembangan terbaru dalam sistem transportasi perkeretaapian Indonesia. Kereta ini menggunakan teknologi kereta berkecepatan tinggi dan melayani perjalanan Jakarta-Bandung.

Whoosh mulai beroperasi secara komersial pada 2023 dengan kecepatan operasional hingga 350 kilometer per jam. Jalurnya membentang sekitar 142,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian utama. Layanan tersebut dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

 

Perkembangan berbagai jenis kereta tersebut menunjukkan bahwa sistem perkeretaapian Indonesia tidak hanya mengandalkan kereta konvensional, tetapi telah berkembang menuju penggunaan teknologi listrik, otomasi, hingga kereta berkecepatan tinggi. Masing-masing jenis memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari melayani perjalanan harian masyarakat perkotaan hingga menghubungkan kota-kota dengan perjalanan jarak jauh.

Nah, keberagaman jenis kereta di Indonesia menunjukkan bahwa moda transportasi berbasis rel terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi. Mulai dari lokomotif diesel hingga kereta cepat, setiap jenis kereta memiliki fungsi dan karakteristik yang berbeda dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Eunike Michelle Gultom)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X