49 Desa di Pati Krisis Air Bersih, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

21 September 2026 12:31

Kemarau panjang yang mengakibatkan krisis air bersih terus meluas di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hingga kini, kekeringan sudah melanda 49 desa di 10 kecamatan. 

Sumber air ataupun sumur warga sudah mulai mengering sejak akhir Juli yang lalu. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, tidak sedikit warga yang harus membeli air bersih atau mencari air ke desa lain. 

Kondisi ini sangat membebani warga dan membuat mereka mengandalkan bantuan dari relawan, komunitas, instansi, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

Tahun ini merupakan kekeringan terparah sepanjang 10 tahun terakhir. Tidak hanya sumur-sumur warga yang kering, Sungai Juana yang selama ini menopang pertanian mereka juga ikut mengering. 
 



Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengungkapkan, mulai Jumat kemarin, Pemkab Pati telah meningkatkan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat bencana mengingat kekeringan di Pati sudah lebih dari 1.200 hektare.

“Status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan, sehingga dengan hal ini hari Senin ini (air) sudah bisa dialokasikan atau dikirimkan ke 40 desa terdampak kekeringan.” ucap Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin, 21 September 2026.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X