Jakarta: Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyatakan betapa pentingnya diplomasi sebagai penjaga kepentingan nasional di ruang global. Diplomasi yang tangguh dapat memastikan Indonesia ikut menentukan rules of the game pada tingkat global.
"Oleh karena itu, penguatan infrastruktur diplomasi menjadi sebuah keniscayaan, dan ini bukan merupakan sebuah agenda administratif tetapi merupakan investasi dari ketahanan nasional," ujar Sugiono, dalam program Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Januari 2026.
Menlu Sugiono mengatakan, penguatan infrastruktur diplomasi difokuskan pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), dukungan sarana dan prasarana, kepastian kerangka hukum, serta transformasi digital.
"Di atas semua itu tentu saja kesejahteraan dan dukungan operasional bagi jajaran di pusat dan perwakilan menjadi perhatian langsung saya sebagai Menlu," kata Sugiono.
"Mulai dari penyesuaian penghasilan pegawai setempat di perwakilan hingga perhatian pada kebutuhan kesehatan dan pendidikan pegawai Kemlu dan keluarganya," tutur Sugiono.
Pada masa pemerintahan ini, kata Sugiono, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan menjalankan transformasi manajemen SDM yang fundamental, yang mencakup sistem pendidikan, pengembangan kapasitas, dan juga pola karier pegawai.
Sementara untuk menjaga kesinambungan, Kemenlu telah menyusun peta jalan postur diplomasi tangguh menuju
Indonesia Emas 2045 sebagai arah jangka panjang diplomasi Indonesia yang tangguh, modern, dan adaptif.
"Penguatan ini disertai komitmen integritas melalui zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani untuk menjaga kepercayaan publik terhadap diplomasi Indonesia," katanya.
Di samping itu, Sugiono menegaskan, bahwa seluruh capaian diplomasi Indonesia tentunya hanya dapat diwujudkan melalui dukungan dan sinergi dari banyak pihak.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh diplomat Indonesia dan keluarganya, dan juga keluarga besar Kementerian Luar Negeri baik di pusat maupun perwakilan yang telah bekerja secara tulus dan profesional, seringkali dalam senyap," ucapnya.