Suasana duka menyelimuti Lebanon saat ribuan pelayat mengantarkan jurnalis Amal Khalil ke tempat peristirahatan terakhirnya. Amal, yang merupakan reporter surat kabar Al-Akhbar, menjadi jurnalis kesembilan yang menjadi target serangan Israel sejak konflik antara militer Zionis dan Hizbullah pecah pada Maret lalu.
Kronologi Serangan di Desa Al-Tiri
Amal Khalil gugur akibat
serangan udara Israel yang menyasar kediamannya di Desa Al-Tiri, Lebanon Selatan, saat ia tengah menjalankan tugas peliputan konflik di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan di lapangan, Amal sempat mencoba berlindung di dalam rumah ketika serangan pertama terjadi. Namun, bangunan tersebut kemudian hancur total dihantam rudal Zionis dalam serangan lanjutan yang fatal.
"Ini bukan pertama kalinya Israel mengancam Amal. Mereka mengancam rumahnya, tempat dia tinggal. Kami selalu memperingatkannya bahwa musuh ini licik dan dapat menyerang kapan saja," ungkap kerabat Amal Khalil, Ali Khalil.
"Tiga serangan dalam waktu dua atau satu setengah jam adalah bukti bahwa Israel bermaksud membunuh
Amal Khalil," lanjutnya.
Proses evakuasi jenazah Amal memakan waktu hingga enam jam karena tim penyelamat sempat terhambat oleh tindakan pihak Zionis yang menghalangi akses ke lokasi kejadian. Selain Amal, tim penyelamat juga menemukan satu jenazah lainnya dan berhasil mengevakuasi rekan Amal, Zainab Faraj, yang ditemukan dalam kondisi luka parah.
Gelombang Protes Jurnalis di Beirut
Kematian Amal memicu kemarahan komunitas pers di Lebanon. Di Beirut, puluhan jurnalis turun ke jalan untuk melakukan aksi protes terhadap pembunuhan rekan sejawat mereka.
Dalam aksi tersebut, para jurnalis mendesak pemerintah Lebanon untuk mengambil langkah tegas atas rentetan serangan yang menjadikan jurnalis sebagai target. Meski ancaman terus membayangi, para awak media di Lebanon menegaskan komitmen mereka untuk tetap menyuarakan kebenaran dari garis depan.
Kematian Amal Khalil menambah daftar panjang korban dari kalangan pers di Lebanon. Sejak konflik memanas pada awal Maret lalu, total sudah sembilan jurnalis yang dinyatakan gugur akibat serangan di wilayah perbatasan.