Pementasan Teater King Lear Suarakan Persoalan Kekuasaan hingga Rasa Kehilangan

17 September 2026 13:27

Bumi Purnati Indonesia bersama The Japan Foundation dan Suzuki Company of Toga (SCOT) menggelar pementasan teater klasik King Lear karya William Shakespeare di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan berskala internasional yang disutradarai langsung oleh seniman asal Jepang sekaligus pendiri SCOT, Tadashi Suzuki (87), ini berlangsung selama dua hari pada 16 hingga 17 September 2026.

Pementasan tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi antara SCOT, Bumi Purnati Indonesia, dan The Japan Foundation yang telah terjalin sejak 2015. Dalam karyanya, Tadashi Suzuki memadukan tragedi klasik dengan bahasa panggung khasnya untuk menyuarakan persoalan kekuasaan, rasa kehilangan, serta hubungan keluarga yang relevan dengan kehidupan saat ini.

Tokoh utama King Lear diperankan oleh aktor Indonesia, Jamaluddin Latif, yang tampil berdampingan dengan jajaran aktor lintas kebangsaan. Tadashi Suzuki, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kiprah aktor asal Indonesia yang menjadi salah satu murid didikannya dalam proyek pertukaran budaya internasional ini.

"Selama kurang lebih setengah abad, saya telah melatih para aktor. Kini, murid-murid yang saya didik telah tersebar di berbagai negara, termasuk Suriah, Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara lainnya. Saat ini usia saya sudah 87 tahun. Murid-murid yang saya didik kini telah berkiprah di bidangnya masing-masing. Saya ingin memperkenalkan salah satu dari mereka kepada masyarakat. Ia telah menjadi aktor yang luar biasa dan berasal dari Indonesia. Menurut saya, proyek ini cukup langka, sehingga saya ingin memperkenalkannya melalui pertukaran budaya internasional," ujar Tadashi Suzuki dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 17 September 2026.
 


Co-founder Bumi Purnati Indonesia sekaligus produser pementasan, Restu Imansari Kusumaningrum, mengungkapkan bahwa para aktor Indonesia telah menjalani pelatihan intensif selama hampir empat bulan di Toga, Jepang. Mereka berlatih dengan menggunakan metode Suzuki guna menghadirkan karakter panggung yang khas.

"Para aktor yang telah melakukan practice atau latihan dengan metode Suzuki jelas berbeda. Aktor yang melakukan training pelatihan metode Suzuki dilatih secara mendalam bagaimana berdiri di atas panggung, tampil di atas panggung, dan mengolah suara, mengolah napas, melatih kekuatan fisik mereka," ujar Restu.

Kehadiran pementasan ini menjadi momen penting bagi publik Indonesia untuk menikmati karya teater berskala internasional dan berkualitas dari Tadashi Suzuki.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X