Harga Beras di Pasar Pucang Surabaya Merangkak Naik, Stok MinyaKita Mulai Langka

10 June 2026 14:32

Kenaikan harga bahan pokok mulai meresahkan pedagang dan konsumen di Kota Surabaya, Jawa Timur. Di Pasar Pucang, harga komoditas beras, baik jenis medium maupun premium, terpantau mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga beras rata-rata naik di kisaran Rp300 hingga Rp500 per kilogram. Kenaikan ini terjadi merata pada hampir semua jenis beras yang dijual oleh para pedagang.

Dika, salah satu pedagang di Pasar Pucang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh minimnya pasokan gabah dari tingkat produsen hingga peningkatan biaya produksi akibat pupuk import melonjak mengikuti harga dolar di Indonesia. 

"Stok gabahnya agak menipis dan juga belum musim panen. Selain itu, ada kenaikan biaya pada kemasan plastik," ujar Dika yang dikutip Zona Bisnis pada Rabu, 10 Juni 2026.
 

Baca juga: Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Cianjur Terpaksa Setop Produksi

Kenaikan harga ini langsung memicu keluhan dari para pembeli, terutama mereka yang membuka usaha warung nasi. Untuk menyiasati modal yang membengkak tanpa harus menaikkan harga jual secara drastis, banyak pelanggan yang terpaksa mengurangi porsi nasi.

"Pelanggan untuk jual nasi sering mengeluh. Untuk menyiasati agar tidak menaikkan harga terlalu banyak, mereka biasanya mengurangi porsi," tambah Dika.

Selain beras, persoalan juga muncul pada komoditas minyak goreng, MinyaKita. Meski secara umum harga minyak goreng masih stabil, stok MinyaKita di Pasar Pucang kini mulai menipis. Pembatasan stok dari distributor membuat ketersediaan barang di lapak pedagang sangat terbatas.

"Stok dari minyak goreng rakyat, MinyaKita, di Pasar Pucang ini terbatas. Sehingga para pedagang ini terpaksa harus menjual MinyaKita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ungkap jurnalis Metro TV, Fadhilla Syarafina. 

Masyarakat dan pedagang berharap pemerintah segera turun tangan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kelancaran pasokan, agar harga bahan pokok kembali normal dan terjangkau bagi semua kalangan.

(Anggie Meidyana)