Asap Karhutla Semakin Tebal, Dinkes Kalsel Siapkan Rumah Oksigen Gratis

25 August 2026 13:12

Banjarbaru: Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyediakan rumah oksigen di kota Banjarbaru sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).  Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat maupun relawan yang membutuhkan oksigen.

Rumah oksigen hadir di Jalan Tegal Arum, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Oksigen konsentrat yang disediakan dapat digunakan masyarakat hingga kondisi Karhutla dan kabut asap mereda.

"Kami standby di sini pelaksanaannya sejak ditetapkan siaga Karhutla. Mulai dari awal Juli sampai dengan penetapan selesai pada akhir Oktober," ujar Kepala UPTD Dinkes PKEK Kalsel Suriani Agreini Sagoba, dalam program Zona Bisnis Metro TV,  Selasa, 25 Agustus 2026.

Warga setempat mengaku terbantu dengan adanya rumah oksigen yang disediakan pemerintah. Mereka mengaku sudah tidak tahan terhadap kondisi asap yang membuat sakit kepala saat berkendara.

Emmy Pratam, salah satunya. Dia baru saja menghirup asap karhutla setelah dari kawasan Gunung Damar. Asap dari dari karhutla membuatnya sesak napas. Beruntung dia bisa mendapatkan oksigen yang disediakan Dinkes Kalsel.

"Lumayan lega sih, tadi agak sesak sedikit napasnya," kata Emmy.
 

 

47 titik panas


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 473 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan. Titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten dan kota, dengan jumlah terbanyak terdeteksi di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Tapin, dan Banjar.

Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor BMKG Kalimantan Selatan, Utari Randiana, mengatakan data tersebut merupakan hasil pemantauan Sistem Informasi Hotspot Kalimantan per pukul 07.00 WITA.

"Dari total 473 titik panas tersebut, sebanyak 425 titik memiliki tingkat kategori sedang, 32 titik kategori tinggi, dan 16 titik dengan kategori rendah. Kategori sedang menjadi yang paling dominan dengan proporsi sekitar 89,9 persen," kata Utari, dilansir dari Antara, Selasa, 25 Agsutus 2026.

Selain memantau titik panas, BMKG juga mengeluarkan peringatan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hasilnya, hampir seluruh wilayah di 13 kabupaten dan kota berada di zona merah yang menandakan tingkat bahaya karhutla sangat tinggi.











(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X