Kenalkan Kuliner Nusantara, PPIJ Gelar Talkshow dan Workshop Tempe di Nagoya University

4 March 2026 17:57

Nagoya: Persatuan Pelajar Indonesia di Nagoya (PPIJ Nagoya) kembali menggaungkan kuliner nusantara di mancanegara melalui acara talkshow dan workshop tempe yang digelar di Nagoya University. 

Kegiatan ini berhasil menarik perhatian lebih dari 30 peserta yang berasal dari berbagai negara. Hal ini menunjukkan antusiasme global terhadap makanan tradisional Indonesia.

Alvaro Ferreira, seorang pelajar Indonesia yang tengah mendalami studi tentang tempe, hadir sebagai pembicara utama. Dalam sesi talkshownya, Alvaro menjelaskan keunggulan nutrisi tempe serta potensi besar pangan berbasis kedelai ini bagi masa depan pangan dunia.

Tidak hanya teori, peserta juga diajak untuk memahami proses fermentasi tempe secara langsung. Mulai dari kedelai mentah hingga menjadi tempe siap konsumsi, Alvaro bahkan menunjukkan hasil fermentasi tempe yang dibuatnya sendiri di rumah untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai produksi tempe.

Untuk melengkapi pengalaman peserta, acara ini turut menghadirkan demo memasak berbagai olahan tempe, menggunakan tempe produksi lokal di Jepang dari Sariraya Group. Interaksi ini memungkinkan peserta tidak hanya belajar, tetapi juga menikmati hasil olahan tempe yang lezat.

Sambutan hangat


Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari peserta asal Jepang. Chieko Matsuda, salah satu peserta workshop, mengucapkan terima kasih karena telah memberikan pengalaman untuk membuat tempe. Ia membeberkan pengalamannya mendapat ilmu tentang jenis kacang kedelai hingga energi yang dibutuhkan dibanding daging sapi. 

"Karena makanannya sangat enak! Terima kasih banyak untuk hari ini. Sebelumnya saya sudah tahu soal tempe, tapi hari ini saya belajar bagaimana cara membuat tempe, perbedaan jenis kacang kedelai, hingga energi yang dibutuhkan dibanding daging sapi. Hari ini saya belajar banyak dan bahkan bisa makan tempe yang enak bersama semua orang! Saya jadi fans berat tempe!"

Melalui edukasi dan kolaborasi industri seperti ini, tempe diharapkan tidak hanya dikenal sebagai makanan sehat, tetapi juga menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di mancanegara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Wijokongko)