Indonesia Dilanda Rentetan Bencana, IABI Tekankan Pentingnya Kesiapan Mitigasi

9 September 2026 10:50

Dalam beberapa bulan terakhir, Indonesia dilanda rentetan bencana alam yang terjadi secara bersamaan. Ketua Umum Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu, menyebut rentetan kejadian ini sebagai ujian nyata bagi kesiapan mitigasi nasional. Menurutnya, ini adalah momen krusial untuk mengevaluasi efektivitas pengurangan risiko bencana di lapangan.

"Sebetulnya upaya ini sudah sejak terjadi tsunami 2004 itu sebagai wake up call bahwa upaya-upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan itu sudah banyak dilakukan. Tapi begitu terjadi bencana, sepertinya semua pada terkaget-kaget atau gagap," ungkap Prof. Harkunti dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 9 September 2026.

Pentingnya Kolaborasi dan Evaluasi Tata Ruang

Prof. Harkunti menekankan bahwa penanganan kedaruratan tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah pusat atau satu institusi saja. Kolaborasi erat dengan pemerintah daerah sangat mutlak, mengingat mereka yang berhadapan langsung dengan krisis di garis depan.

Selain itu, ia mendesak adanya pembenahan tata ruang wilayah yang terintegrasi penuh dengan peta risiko bencana. Contoh terdekat adalah erupsi Gunung Anak Krakatau yang melumpuhkan bandara dan mengancam pernapasan warga. Kondisi ini makin parah karena bersamaan dengan kabut asap karhutla akibat ulah manusia di tengah musim kemarau.
 


"Penataan ruang tentu saja harus berbasis mitigasi bencana, saat ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Bencana itu tidak pernah mengenal batas administrasi, jadi korelasi dan kolaborasi antarpemerintah daerah sekitarnya harus dilakukan bersama-sama," tegasnya. 

Waspada Ancaman Bencana Susulan

Memasuki masa transisi cuaca di bulan September, Prof. Harkunti mengingatkan adanya ancaman bencana susulan. Turunnya hujan memang memberikan dampak positif untuk membantu memadamkan titik api karhutla. Namun di sisi lain, curah hujan memicu bahaya baru bagi wilayah di sekitar lereng kelima gunung api yang tengah erupsi.

"Kalau ada hujan apa yang terjadi? Akan terjadi bencana ikutannya yaitu banjir lahar dingin. Ini menjadi tantangan yang besar, bagaimana menghadapi pada saat yang sama yang satu memadamkan api, yang satu akan menimbulkan banjir lahar," jelas Prof. Harkunti.

Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk segera merumuskan langkah strategis dan mematuhi tata ruang jangka panjang agar dampak bencana yang makin kompleks ini bisa diminimalisir demi keselamatan masyarakat.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X