Jakarta: Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan The Ambassador Strategic Society menggelar The Mochtar Kusumaatmadja Forum 2026. Forum ini merumuskan arah diplomasi nasional menuju Indonesia Emas 2045 dengan menggunakan warisan dari semangat, pemikiran, dan filosofi Profesor Mochtar Kusumaatmadja dalam berdiplomasi di kancah global.
Forum ini mempertemukan praktisi diplomat, negarawan, akademisi, hingga pemangku kebijakan untuk saling bertukar gagasan.
Pada kesempatan itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Armanatha Christiawan Nasir menekankan pentingnya melanjutkan warisan pemikiran Mochtar Kusumaatmadja untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan berperan aktif membentuk aturan internasional.
Melalui pemikiran dan perjuangannya, konsep negara kepulauan bagi Indonesia dapat terwujud dan diakui dalam Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut pada tahun 1982.
"Bapak Mochtar bukan hanya seorang diplomat. Beliau adalah seorang akademisi, pemikir, dan negarawan yang memiliki visi. Pemikiran beliau menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai bangsa, yaitu cara kita memandang Indonesia sebagai satu kesatuan wilayah," ujar Armanatha, dalam program Metro Siang Metro TV, Jumat, 23 Oktober 2026.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Yunani Bebeb AK Nugraha, mengatakan, narasi diplomasi nasional harus dibangun kuat melalui penguatan pendekatan sejarah serta hukum untuk menuju Indonesia Emas 2045. Pendekatan ini sangat penting di tengah perubahan kepentingan global yang dinamis.
"Diplomasi itu adalah menjaga martabat, melalui hukum. Disampaikan seperti itu. Kemudian yang kedua bahwa sisi lain dari sebuah diplomasi itu tidak hanya kita berbicara di meja perundingan, tapi harus di lapangan," kata Bebeb.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Metro TV Arief Suditomo menyampaikan narasi tentang misi Indonesia tidak hanya terbentuk melalui pertemuan diplomatik, tetapi juga harus didorong melalui kemampuan komunikasi di media dan ruang digital.
Dengan demikian tujuan diplomasi nasional bisa sampai dan dipahami oleh masyarakat, maupun membangun citra serta memperluas pengaruh di tingkat internasional melalui media.