Jakarta: Anjing dikenal memiliki indra penciuman yang tajam. Kemampuan ini biasa mereka gunakan untuk mencari makan atau menyusuri jejak.
Namun, tahukah kamu bahwa anjing juga mampu mendeteksi perubahan aroma tubuh manusia saat mengalami stres?
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS ONE pada 2022 menunjukkan bahwa anjing dapat membedakan sampel napas dan keringat manusia ketika berada dalam kondisi rileks dan saat mengalami stres. Kemampuan ini berkaitan dengan perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tubuh manusia.
Berikut penjelasan mengenai bagaimana
anjing dapat mendeteksi aroma stres manusia.
1. Tubuh Mengalami Perubahan Kimiawi saat Stres
Ketika manusia mengalami stres, tubuh mengalami sejumlah perubahan fisiologis, termasuk peningkatan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Perubahan ini juga dapat memengaruhi senyawa kimia yang dilepaskan melalui napas dan keringat.
Senyawa tersebut dikenal sebagai
Volatile Organic Compounds (VOCs), yaitu senyawa organik yang mudah menguap. Perubahan profil senyawa ini dapat menghasilkan aroma berbeda yang mampu dideteksi oleh indra penciuman anjing.
2. Anjing Bisa Membedakan Aroma saat Manusia Stres
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal
PLOS ONE, peneliti menguji kemampuan empat anjing dalam membedakan sampel napas dan keringat dari 36 partisipan. Sampel diambil sebelum dan setelah partisipan menjalani tugas berhitung yang dirancang untuk memicu stres.
Hasilnya, anjing-anjing tersebut mampu membedakan sampel dalam kondisi stres dan kondisi awal dengan tingkat akurasi gabungan sebesar 93,75 persen.
Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan fisiologis ketika manusia mengalami stres dapat menghasilkan aroma yang mampu dideteksi anjing.
3. Apakah Anjing Bisa Menenangkan Pemiliknya saat Stres?
Kemampuan mendeteksi aroma stres tidak serta-merta membuktikan bahwa anjing memahami emosi manusia atau selalu memberikan respons menenangkan. Penelitian tersebut berfokus pada kemampuan anjing membedakan sampel aroma, bukan pada perilaku anjing terhadap pemiliknya yang sedang stres.
Meski demikian, temuan ini membantu menjelaskan bahwa indra penciuman
anjing dapat menangkap perubahan tubuh manusia yang tidak selalu disadari oleh manusia itu sendiri.
Nah, kemampuan penciuman anjing ternyata tidak hanya berguna untuk mencari makanan atau melacak jejak. Penelitian ini menunjukkan bahwa aroma tubuh manusia juga dapat memberikan petunjuk mengenai kondisi stres, sekaligus membuka peluang untuk memahami lebih jauh hubungan antara manusia dan anjing.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)