30 Days of War

3 April 2026 00:57

Gelombang demonstrasi 'no kings' mengguncang Amerika Serikat, menyatukan jutaan warga menolak kepemimpinan yang dianggap semakin otoriter. Di ribuan titik aksi, pesan utamanya tegas, demokrasi tidak boleh dijalankan seperti monarki.

Kemarahan ini kini bertumpuk di tengah 30 hari perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas. Serangan balasan, ekspansi konflik ke kawasan, hingga ancaman invasi darat memperbesar kecemasan publik, bahkan memicu protes besar di seluruh 50 negara bagian.

Di saat yang sama, dampak ekonomi mulai terasa, harga energi melonjak dan tekanan global meningkat, memperdalam kekecewaan masyarakat AS terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump.
 

Baca juga: Houthi Ikut Perang, Apa Dampaknya Jika Selat Bab el-Mandeb Ditutup?

Aksi ini pun berubah menjadi gerakan anti-perang, sekaligus memberi tekanan politik langsung pada posisi Donald Trump, di tengah kombinasi krisis ekonomi, eskalasi militer, dan menurunnya kepercayaan publik.

Lalu, di titik 30 hari perang ini, apakah kekuasaan akan semakin mengeras, atau justru mulai retak di hadapan tekanan rakyat?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)