3 April 2026 00:57
Gelombang demonstrasi 'no kings' mengguncang Amerika Serikat, menyatukan jutaan warga menolak kepemimpinan yang dianggap semakin otoriter. Di ribuan titik aksi, pesan utamanya tegas, demokrasi tidak boleh dijalankan seperti monarki.
Kemarahan ini kini bertumpuk di tengah 30 hari perang antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas. Serangan balasan, ekspansi konflik ke kawasan, hingga ancaman invasi darat memperbesar kecemasan publik, bahkan memicu protes besar di seluruh 50 negara bagian.
Di saat yang sama, dampak ekonomi mulai terasa, harga energi melonjak dan tekanan global meningkat, memperdalam kekecewaan masyarakat AS terhadap arah kebijakan pemerintahan Trump.
| Baca juga: Houthi Ikut Perang, Apa Dampaknya Jika Selat Bab el-Mandeb Ditutup? |